Bareskrim Gelar Perkara Awal Kasus Bos Sinarmas Besok, Pelapor Dipanggil

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 17:43 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Jakarta -

Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara awal terkait kasus dua petinggi PT Sinarmas yang dilaporkan pengusaha asal Solo, Andri Cahyadi (46). Andri selaku pelapor akan dihadirkan dalam gelar perkara awal tersebut.

"Besok hari Kamis, tanggal 18 Maret 2021, akan dilakukan gelar perkara awal dengan menghadirkan pelapor," ujar Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/3/2021).

Dalam kasus ini, dua petinggi Sinarmas yang dilaporkan Andri adalah Indra Widjaya selaku pemilik dan Kokarjadi Chandra selaku Dirut PT Sinarmas Sekuritas.

Ahmad mengatakan kasus ini belum naik ke tingkat penyidikan. Penyidik belum mengagendakan pemanggilan kedua bos Sinarmas.

"Jadi saya belum menyampaikan tahap ke penyidikan, ini baru gelar perkara awal," kata Ahmad.

Dia mengatakan, berdasarkan laporan awal, korban Andri mengaku telah mengalami kerugian sebesar Rp 15 triliun.

"Itu menurut laporan korban atau pelapor, yang bersangkutan pelapor merasa dirugikan senilai Rp 15 triliun. Ini bukan hasil penyidikan, ini laporan daripada pelapor," kata Ahmad.

Sebelumnya, Andri Cahyadi melaporkan dua pimpinan PT Sinarmas, yakni Indra Widjaya selaku pemilik dan Kokarjadi Chandra selaku Dirut PT Sinarmas Securitas. Andri melakukan pelaporan pada 10 Maret 2021 dengan tuduhan dugaan penipuan/perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat, dan TPPU dengan nomor laporan polisi (LP) LP/B/0165/III/2021/BARESKRIM.

"Pada 2015, perusahaan saya PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI) Tbk bekerja sama dengan PT Sinarmas, dan dari Sinarmas menaruh direksi di situ supaya fair. Mulainya di situ dan saya sebagai Komisaris Utamanya (Komut)," kata Andri kepada wartawan saat ditemui di Solo, Sabtu (13/3).

Kerja sama tersebut, kata Andri, untuk menjadi pemasok batu bara untuk kebutuhan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Karena kebutuhan cukup besar, pihaknya bekerja sama dengan PT Sinarmas.

Dalam laporan yang dilayangkannya setidaknya ada sembilan pasal yang disangkakan kepada dua terlapor yakni Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 374 KUHP.

Selain itu, terlapor disangkakan dengan pemalsuan surat Pasal 263 KUHP juncto Pasal 264 KUHP juncto Pasal 266 KUHP; serta dugaan TPPU Pasal 2, 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pengacara Hotman Paris yang mendampingi Indra Widjaya dan siap menghadapi laporan tersebut.

"Saya pengacara Hotman Paris, pengacara dari Bapak Indra Widjaya, pemilik Sinarmas dengan ini memberikan bantahan dan hak jawab atas tuduhan yang beredar di medsos di mana orang yang bernama Andri Cahyadi mengaku membuat laporan polisi dengan tuduhan seolah Indra Widjaya melakukan tindak pidana penggelapan, pemalsuan, penipuan, dan TPPU dengan dalih perusahaan Andri Cahyadi mengaku kenapa saham dia semula 53% tahun 2015 berkurang menjadi 9% di PT Eksploitasi Energi Indonesia," kata Hotman Paris dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya seperti dilihat, Rabu (17/3).

Hotman membantah tuduhan itu dan menegaskan kliennya tidak berkaitan dengan tuduhan tersebut.

"Jawaban dan hak jawab adalah, satu Indra Widjaya tidak ada kaitan apa pun atas berkurangnya saham tersebut. Dua, fakta hukum sebenarnya perusahaan Andri Cahyadi mengagunkan ke perusahaan asing untuk menjamin pelunasan utang dengan cara memberikan agunan crossing saham," kata Hotman.

Hotman menilai karena perusahaan Andri Cahyadi tidak membayar agunan ke perusahaan asing itu, sehingga saham milik Andri Cahyadi dialihkan kepemilikannya.

Lihat juga Video: Diperiksa Kejagung Terkait Jiwasraya, Direktur Sinarmas AM Bungkam!

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)