Round-Up

Kasus Pengemudi Mercy Tabrak Pesepeda Ditelisik dari Saksi Kunci

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 07:59 WIB
Jakarta -

Penyidikan kasus kecelakaan yang melibatkan mobil Mercy dan sepeda di Bundaran HI, Jakarta Pusat, masih berlanjut. Polisi memeriksa saksi terkait kecelakaan yang mengakibatkan pesepeda mengalami luka berat itu.

Senin (15/3/2021) kemarin, penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan seorang saksi. Saksi itu merupakan saksi kunci dalam kasus kecelakaan tersebut.

"Hari (kemarin, red) ini kita jadwalkan periksa saksi, termasuk saksi kunci," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Bareskrim Polri, Senin (15/3/2021).

Sambodo mengungkap saksi kunci ini adalah penumpang mobil Mercy. Saksi ini ada di dalam mobil bersama dengan tersangka MDA sewaktu mengendarai mobil Mercy dan terlibat kecelakaan.

"Ada penumpang yang berada di samping pengemudi ketika kejadian. Itu sudah kita dapatkan identitasnya dan rencana kita panggil hari ini," ucapnya.

Hanya saja, Sambodo tidak mengungkap lebih jauh soal siapa saksi ini.


Pengemudi Mercy Ditahan


MDA (19), pengemudi mobil Mercy yang menabrak lari pesepeda di HI, Jakarta Pusat telah ditetapkan sebagai tersangka. MDA telah ditahan polisi atas kasus kecelakaan tersebut.

"Sudah ditahan per 13 Maret 2021," kata Sambodo.

Sambodo mengatakan tersangka ditahan karena alasan subjektivitas penyidik.

"Pertimbangan penyidik untuk melakukan penahanan," imbuh Sambodo.

Pemobil tersebut melarikan diri setelah menabrak korban. Pengemudi mobil Mercy tidak berupaya menolong setelah menabrak korban, melainkan malah kabur.

"Setelah kejadian dia tidak memberikan pertolongan, dia juga tidak menghentikan kendaraannya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/3).

MDA dijerat dengan Pasal 310 ayat (3) dan Pasal 312 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pengemudi Mercy terancam hukuman penjara 5 tahun atas kejadian tersebut.


Simak di halaman selanjutnya, aturan ketika terlibat kecelakaan


Wajib Beri Pertolongan ke Korban

Berkaca dari kasus pengemudi Mercy ini, pengendara tidak boleh melarikan diri setelah terlibat kecelakaan. Sebab, pengendara yang melarikan diri dapat dipidana jika tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam Pasal 231 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), diatur kewajiban pengemudi kendaraan bermotor ketika terlibat kecelakaan. Salah satunya, pengendara tersebut wajib memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan.

Pasal 231 ayat (1) :

"Pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas, wajib:
a. menghentikan kendaraan yang dikemudikannya;
b. memberikan pertolongan kepada korban;
c. melaporkan kecelakaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat;
d. memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan."

Pasal 231 ayat (2) :

"Pengemudi kendaraan bermotor, yang karena keadaan memaksa tidak dapat melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, segera melaporkan diri kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat."

Adapun, sanksi terhadap pelaku tabrak lari diatur dalam Pasal 312 UU LLAJ. Berikut ini bunyi Pasal 312 UU LLAJ:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada kepolisian terdekat maka akan dipidana dengan kurungan penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta."

Sebelumnya diketahui, peristiwa tabrak lari pengemudi Mercy terhadap pesepeda terjadi pada Jumat (12/3) pagi di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat.

(mea/lir)