Round-Up

Kesaksian Gisel Dinanti Saat Penyebar Video Syur Diadili

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 07:31 WIB
Gisel melakukan wajib lapor di Polda Metro Jaya.
Gisel melakukan wajib lapor di Polda Metro Jaya. (Yogi Ernes/detikcom)

Belajar dari Kesalahan

Gisel mengaku mendapatkan dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat untuk menghadapi kasus ini. Orang tua Gisel bahkan memberikan dukungan penuh kepadanya.

"Itu (cerita ke orang tua) mah udah dari kemarin, udah proses awal-awal. Itu kan di internal kita aja," kata Gisel.

Gisel merasa bersyukur karena memiliki dukungan dari keluarga.

"Iya puji Tuhan selalu bersyukur punya keluarga yang support. Masih kasih tempat ke aku untuk terus belajar," katanya.

Gisel pun belajar dari kesalahan yang ia lakukan. Ia berusaha bangkit dari keterpurukan.

"(Hikmahnya) bisa melihat sesuatu lebih luas, bisa belajar dari kesalahan, bisa deket sama keluarga, bisa jadi cerita mungkin buat orang-orang melihat kehidupan aku bisa belajar untuk mencegah dari kejatuhan atau yang jatuh juga mau berusaha bangkit," tuturnya.

Sidang Hari Ini

Gisel dan Nobu dijadwalkan bersaksi di sidang penyebar video syur dirinya hari ini. Sebelumnya, Gisel telah memohon kepada jaksa agar sidang kesaksiannya ditunda karena alasan keperluan keluarga.

"Jadi Gisel pada hari ini menyampaikan surat permohonan penundaan sidang untuk minggu depan," kata Kasi Intel Kejari Jaksel Odit Megodondo saat dihubungi detikcom, Kamis (4/3/2021).

Kepada pihak kejaksaan, Gisel meminta sidang ditunda lantaran ada kepentingan keluarga. Jadi, dia memohon kepada jaksa untuk menunda panggilan tersebut.

"Dikarenakan minggu depan yang bersangkutan ada keperluan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan," imbuhnya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelumnya telah menggelar sidang bagi penyebar masif video syur Gisel inisial PP dan MN pada Selasa (2/3). PP dan MN telah didakwa melanggar Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Halaman

(mea/lir)