India Vaksinasi 1,7 Juta Orang Perhari, Kok Bisa?

Sudrajat - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 06:55 WIB
Mantan Direktur Perlindungan Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama.
Mantan Direktur Perlindungan Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama (Foto: DOk Pribadi)
Jakarta -

Mantan Direktur WHO Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan sejak beberapa hari lalu vaksinasi di India terus meningkat dari 1 juta menjadi 1,7 juta warga perhari. Hal itu dimungkinkan antara lain karena India sudah mampu memproduksi vaksin covid sendiri. Tak heran bila India menargetkan vaksinasi terhadap 300 juta dari total 1,3 miliar warganya pada akhir Juli.

"India menggunakan dua jenis vaksin yang dibuat atau diproduksi sendiri. Tak cuma untuk konsumsi warganya, India juga mengirimkan vaksin itu ke negara-negara tetangga bahkan ke negara di Amerika Latin," kata Tjandra Yoga dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom, Senin (15/3/2021).

Semula, India menerapkan kriteria tertentu bagi warganya yang akan divaksin, yakni mendahulukan sekitar 30 juta tenaga kesehatan dan pekerja garis depan. Lalu warga berusia di atas 50 tahun, atau yang dianggap sebagai individu berisiko tinggi dan komorbid.

"Tapi sekarang sudah bebas, semua orang boleh divaksin di tempat-tempat pelayanan kesehatan tanpa menunggu panggilan atau pendaftaran. Semuanya gratis," kata Tjandra Yoga.

Bagi warga yang ingin mendapatkan pelayanan di rumah sakit swasta, dia melanjutkan, pemerintah India menerapkan kebijakan bahwa biaya yang dikenakan maksimal cuma Rp 50 ribu. "Di rumah sakit kelas bintang lima sekalipun biayanya cuma segitu," ujarnya.

Untuk melakukan vaksinasi, India mengerahkan semua potensi tenaga kesehatan yang ada, termasuk yang biasa melakukan vaksinasi di pos kesehatan semacam posyandu di Indonesia.

Dari pemberitaan sejumlah situs, dua vaksin produksi lokal India adalah Covishield dan Covaxin. Selain itu, vaksin AstraZeneca produksi India sudah mendapatkan izin edar masa darurat dari WHO disamping AstraZeneca produksi Korea Selatan. Tapi AstraZeneca sepenuhnya diproduksi untuk konsumsi ekspor.

Vaksinasi besar-besaran oleh pemerintahan Narendra Modi itu juga didukung dengan kesiapan 45.000 kulkas berlapis es, 41.000 peti pendingin, dan 300 lemari es bertenaga surya.

Untuk memantau dan melacak vaksin, penyimpanan, dan individu yang telah menerima vaksin, otoritas kesehatan India memanfaatkan platform digital online, Co-WIN.

Indonesia, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, target vaksinasi Covid-19 terhadap satu juta orang dalam sehari baru akan bisa dimulai pada Juni 2021. Hal itu sesuai dengan rencana kedatangan beberapa merek vaksin dengan total 426 juta dosis vaksin. Rinciannya, 90 juta dosis vaksin tiba periode Januari-Juni 2021, sisanya periode Juli-Desember 2021.

Simak video 'Kasus Covid-19 di India Melonjak Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(jat/jat)