Penampakan Pengemudi Mercy Penabrak Pesepeda di HI Ngevape di Mobil

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 19:15 WIB
Penampakan MDA (19) pengemudi Mercy yang menabrak pesepeda di Bundaran HI mengemudi sambil hisap vape
Penampakan MDA (19), pengemudi Mercy yang menabrak pesepeda di Bundaran HI mengemudi sambil hisap vape (dok. istimewa)
Jakarta -

Pengemudi Mercy yang melakukan tabrak lari terhadap pesepeda di Bundaran HI, Jakarta Pusat, MDA (19), sempat terekam oleh kamera electronic traffic law enforcement (e-TLE) mengisap vape sambil mengendarai mobilnya. Hingga saat ini belum diketahui foto tersebut diambil sebelum atau setelah peristiwa tabrak lari terjadi.

Dari foto yang diterima detikcom, terlihat MDA menggunakan jaket, memegang alat vape sambil berkendara. Polisi enggan berspekulasi ada atau tidak zat terlarang dalam vape tersebut yang memicu MDA menabrak pesepeda.

"Kita masih menunggu hasil cek urine," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi detikcom, Sabtu (13/3/2021).

Dalam rekaman, pelaku mengendarai mobil Mercy berwarna hitam. Tabrak lari terjadi di sekitar pertigaan Bundaran HI dengan Jalan Kebon Kacang Raya, Jakarta Pusat.

Berdasarkan penelusuran polisi dari saksi mata di lokasi kejadian, mobil Mercy tersebut bernomor polisi B-1728-SAQ. Pengemudi kemudian terus melanjutkan perjalanan setelah menabrak korban hingga dua kali.

MDA diamankan tadi malam sekitar pukul 00.00 WIB di rumahnya di daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Kini polisi telah menetapkan MDA sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

"Status yang bersangkutan sudah jadi tersangka dan sudah kita lakukan penahanan paling tidak untuk 20 hari ke depan," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam jumpa pers di Subdit Gakkum PMJ pagi tadi.

Atas perbuatannya, MDA dijerat dengan Pasal 310 Ayat 3. Karena lalai, MDA menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat.

"Juga dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 10 juta. Dan ditambahkan Pasal 312 yaitu Undang-Undang Lalu Lintas, yaitu tidak memberikan pertolongan terhadap korban atau tabrak lari dengan ancaman pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 75 juta," ujarnya.

Simak video 'Pemobil yang Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI Ditahan!':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/aud)