Ungkap Penipuan WN Nigeria, Polres Soetta Terima SHIA Customs Awards

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 10:47 WIB
Polres Bandara Soekarno-Hatta terima SHIA Customs Award karena ungkap penipuan jaringan WN Nigeria. Foto dikirim Kasat Reskrim Polres Soetta Kompol Alexander Yurikho.
Polres Bandara Soekarno-Hatta menerima SHIA Customs Award karena ungkap penipuan jaringan WN Nigeria. (dok. Istimewa)
Tangerang -

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta mengapresiasi Polresta Bandara Soekarno-Hatta atas pengungkapan penipuan online jaringan WN Nigeria. Atas hal itu, Polres Bandara Soekarno-Hatta diberi award.

Adapun penghargaan yang diberikan berupa penghargaan SHIA Customs Awards pada kategori penghargaan khusus instansi penegak hukum. Selain itu, pihak Bea dan Cukai juga memberikan penghargaan kepada penyidik Satuan Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta yang telah mengungkap sindikat WNA pelaku penipuan yang mengatasnamakan Bea dan Cukai.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Minari Manan, pada Rabu (9/3) di Hall B Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta. Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra, yang menerima penghargaan tersebut, menyampaikan terima kasih.

"Kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ini menjadi motivasi kami ke depan untuk lebih giat dalam mengungkap kejahatan. Kami juga berharap kerja sama dengan Bea-Cukai Soekarno-Hatta akan lebih ditingkatkan untuk pencegahan kejahatan di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta," ujar Adi Ferdian dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Seperti diketahui, Polres Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu mengungkap kasus penipuan online jaringan WN Nigeria dengan modus Nigerian scam. Dari lima pelaku yang ditangkap, tiga di antaranya WN Nigeria.

Kasus ini bermula ketika korban berkenalan dengan pelaku yang mengaku bernama Carlos Sanchez, WN Amerika Serikat. Singkat cerita, pelaku ini berpura-pura hendak mengirimkan uang ke korban sebesar USD 300 ribu.

"Pelakunya dari orang-orang Nigeria, tapi bahkan dia menggunakan foto-fotonya supaya bagus, jadi wanita-wanita banyak yang tergiur. Ini contoh satu yang menggunakan akun Carlos Sanchez. Inilah bentuk rayuannya yang mereka lakukan kemudian wanita atau korban ini tergiur. Bahkan ada yang dipacari melalui dunia maya, ada yang diajak berbisnis di dunia maya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/12/2020).

Kelima pelaku terdiri atas tiga pria WN Nigeria, yakni IAI berperan sebagai kapten, kemudian ACN dan CJU sebagai perayu korban; lalu 2 perempuan WNI berinisial LRD berperan mencari korban untuk membuka rekening dan EP sebagai orang yang berpura-pura menjadi pegawai Bea-Cukai.

Para pelaku mencari korban secara acak. Setelah mendapatkan calon korban, sindikat ini berkenalan dengan korban hingga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.

Simak juga 'Pasutri Tilap Rp 39 M Bermodus Proyek Fiktif Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)