Analisis BMKG soal Pemicu Gempa M 5,3 di Jayawijaya Papua

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 10:05 WIB
Seismograf, alat pencatat getaran gempa, Ilustrasi gempa bumi
Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi analisis soal pemicu gempa di Jayawijaya, Papua. BMKG menyebut gempa itu merupakan gempa dangkal dan dipicu aktivitas sesar lokal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).

Gempa di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya ini terjadi pada pukul 08.16 WIB. BMKG mencatat gempa darat yang berlokasi di koordinat 4,54 LS dan 138,98 BT mengalami perubahan kekuatan. Gempa ini awalnya tercatat bermagnitudo 5,6, tapi diperbarui BMKG menjadi M 5,3.

"Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 49 km arah selatan Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada kedalaman 24 km," ucap Daryono.

Daryono menyampaikan gempa terjadi lantaran adanya pergerakan sesar aktif di sekitar pusat gempa. Berdasarkan analisis, gempa diakibatkan oleh pergerakan naik.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," ujarnya.

Daryono menyebut gempa dirasakan MMI IV di wilayah Wamena dan MMI II-III di wilayah sekitar Timika. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tutup Daryono.

Simak video 'Simak! Penjelasan BMKG soal Wilayah Rawan Gempa di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/haf)