Kisah Jalan Terjal 3 Hari Kompol Ocha Ungkap Ladang Ganja 144,5 Ton

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 14:18 WIB
Wakasat Narkoba Polres Metro Jakbar Kompol Rosana Albertia Labobar atau Ocha. Dok.pribadi Ocha
Wakasat Narkoba Polres Metro Jakbar Kompol Rosana Albertina Labobar atau Ocha (Karin/detikcom)
Jakarta -

Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronasa Albertina Labobar bercerita soal kisahnya mengungkap ladang ganja seluas 12 hektare di Sumatera Utara. Untuk sampai di lokasi ladang, wanita yang akrab disapa Ocha ini harus melalui perjalanan selama tiga hari.

Ocha mengaku perjalanan ke ladang ganja ini tidaklah mudah. Butuh kesiapan fisik dan mental untuk terjun langsung ke lokasi. Apalagi cuaca kurang mendukung saat itu.

"Pada saat di perjalanan lumayan sulit dijangkau karena perjalanan kaki yang lumayan jauh, kemudian situasinya juga cukup terjal. Untuk naik saja kita harus merayap, pada saat turun situasi cuaca udah nggak bagus, udah mulai hujan, itu becek di mana-mana," ujar Ocha saat berbincang dengan detikcom di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021).


Medan lokasi cukup terjal. Perjalanan ke ladang pun memakan waktu yang cukup lama dan melelahkan.

"Kita dari Kota Mandailing Natal ke sana perjalanan mobil kurang lebih-2 jam nyampe di Desa Hutatinggi, kemudian kita naik mobil offroad gitu ke desa yang lebih dalam lagi, itu kurang-lebih perjalanan 1 jam. Dari situ kita jalan kaki tracking 3 jam," jelasnya.

Saat di perjalanan, Ocha dan tim sempat menghadapi kendala. Salah satunya ialah gardan mobil yang dia tumpangi pecah sehingga dia harus jalan kaki selama 3 km karena mobil yang dia naiki ialah mobil terakhir dalam rombongan.

"Gardannya pecah, kemudian kita harus jalan kaki kurang-lebih 3 km jalan kaki karena mobil itu yang terakhir. Jadi yang di depan tidak monitoring bahwa mobil kami itu mogok, kan," ungkapnya.

"Kami harus jalan kaki ke sana, itu kendala pertama sih. Tapi pada saat naik ke atas gunung itu ke ladang ganja itu, Puji Tuhan, nggak ada kendala sih. Memang kalau capek ya capek banget. Napas itu udah ada di ujung hidung kan karena memang situasinya sangat tidak memungkinkan untuk jalan kaki," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2