Bea Cukai Tangkap 2 Penyelundup Sabu Asal Malaysia ke Kaltara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 20:54 WIB
Bea Cukai Tarakan dan BNNP Kaltara menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari Tawau Malaysia (dok Istimewa)
Foto: Bea Cukai Tarakan dan BNNP Kaltara menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari Tawau Malaysia (dok Istimewa)
Jakarta -

Tim gabungan dari Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara (BNNP Kaltara) menangkap dua pria yang menyelundupkan sabu dari Malaysia. Kedua pelaku berinisial AB dan SA ditangkap setelah petugas melakukan penyelidikan panjang.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Tarakan Tria Restu Yogaswara mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi akan ada pengiriman sabu di perairan Tarakan yang berasal dari Tawau, Malaysia. Satgas kapal patroli Bea Cukai BC 15024 dan BC 7001 pun berpatroli di perairan Tarakan sejak Jumat (5/3).

Lalu pada Senin (8/3) sekitar pukul 07.45 WIB Satgas menjumpai speed boat bernama Lady yang diduga adalah target sedang mengapung di perairan Tarakan. Speed boat tersebut dikejar hingga berhasil dikuasai.

"Setelah diinterogasi, motoris (pengemudi speed) mengaku telah menyembunyikan sabu di rawa-rawa. Satgas akhirnya menemukan sebanyak 2 bungkus teh masing-masing seberat 1 kg dikemas memakai terpal yang diduga jenis sabu (metamfetamina)," kata Tria Restu, Selasa (9/3/2021).

Setelah itu petugas mengamankan seorang nakhoda kapal tersebut. Petugas pun mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan sindikat narkotika ini.

"Penindakan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai Tarakan juga tidak lepas dari hasil kerja sama dan sinergi yang telah dibangun dengan BNNP Kaltara. Fokus kerja sama yang telah dibangun selama ini meliputi sharing information, joint operation, dan joint investigation," kata Tria.

Dia mengatakan sinergi ini terus dilakukan untuk mengungkap jaringan narkoba sehingga didapatkan peta risiko dan informasi yang digunakan kembali untuk menciptakan langkah lanjutan upaya dalam patroli pengamanan laut Bea Cukai.

"Sinergi Bea Cukai Tarakan dan BNNP Kaltara ini merupakan langkah strategis pemberantasan perdagangan gelap narkoba ke wilayah Indonesia melalui Kalimantan Utara agar menghasilkan dampak yang maksimal kepada jaringan narkoba," ujar dia.

Tria mengatakan Bea Cukai Tarakan akan terus mengawasi dan menindak pelanggaran barang kena cukai hingga peredaran narkoba. Tahun lalu, Bea Cukai Tarakan menindak 6 kasus penyelundupan narkotika dengan barang bukti mencapai 15,1 kg.

"Di masa pandemi covid-19 ini Bea Cukai tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi melindungi masyarakat melalui pengawasan dan/atau pencegahan masuknya barang berbahaya, dalam hal ini NPP jenis methamphetamin," ucapnya.

(jbr/rfs)