Kabur dari Kejaran Polisi, Maling di Kaltim Malah Diterkam Buaya

Suriyatman - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 13:19 WIB
Kabur dari Kejaran Polisi, Maling di Kaltim Malah Diterkam Buaya (Foto: Suriyatman/detikcom)
Kabur dari Kejaran Polisi, Maling di Kaltim Malah Diterkam Buaya (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Nasib sial dialami Nasram alias mayor (30), anggota komplotan pencuri antarkota di Kalimantan Timur (Kaltim). Berusaha melarikan diri dari kejaran polisi, warga Parepare, Sulawesi Selatan, ini justru nyaris tewas digigit buaya.

Peristiwa itu terjadi pada 2 Maret 2021. Kasat Reskrim Polres Kutai Timur (Kutim) AKP Abdul Rauf mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat pihaknya melakukan pengejaran terhadap Nasram dan rekannya yang bernama Arman alias Jenderal dan Nasrul.

"Sebelumnya mereka berusaha kabur dari kejaran tim macan Polres Kutim yang, sempat terjadi kejar kejaran di jalan lintas Propinsi yang menghubungkan Bontang-Sangatta, bahkan petugas sempat memberikan tembakan peringatan kepada para pelaku untuk menyerah, namun mereka berhasil kabur," kata Rauf kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

Bukannya menyerahkan diri, ketiganya justru kabur ke hutan di daerah Desa Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, untuk menghilangkan jejak. Para pelaku, kata Rauf, bahkan meninggalkan mobil yang dikendarai di tepi jalan.

Namun, tak berlangsung lama, salah satu pelaku pun menyerahkan diri ke polisi yang mengejar. Rauf mengungkapkan, pelaku tersebut menyerahkan diri, usai diterkam buaya saat bersembunyi.

"Setelah kami lakukan pencarian para pelaku akhirnya berhasil kita tangkap di tempat terpisah, bahkan salah satu pelaku langsung menyerahkan diri setelah terluka diterkam buaya," kata Rauf.

"Tempat mereka bersembunyi memang sarang buaya, sehingga setelah mengetahui ada rekan mereka diserang buaya 2 tersangka lainnya langsung panik dan akhirnya berhasil ditangkap polisi," jelas dia.

Rauf mengungkapkan, satu pelaku lainnya juga terpaksa ditembak dalam pengejaran itu. Sebab, saat melarikan diri pelaku mengacungkan parang dan menyerang polisi.

Lebih lanjut, dia menuturkan, dalam melakukan aksinya, para pelaku tersebut menargetkan warung dan rumah kosong. Mereka juga telah melakukan pencurian di beberapa tempat dengan barang bukti emas hingga senapan angin.

Modus yang digunakan para pelaku, kata Rauf, dengan menggunakan obeng, kemudian mencongkel jendela rumah yang ditinggal pemiliknya. Selain itu, para pelaku berpura-pura meminta tumbuhan daun di rumah warga dengan alasan untuk pengobatan.

"Mereka mendatangi rumah warga jika dilihat hanya satu penghuninya satu orang pelaku mengajak bicara sementara dua lainnya masuk rumah dan mengambil harta benda milik korbannya," jelas Rauf.

Berdasarkan pengakuan, pelaku melakukan pencurian tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. "Pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara," tutup Rauf.

Tonton juga Video: Tangan Warga di Palu Nyaris Putus Digigit Buaya

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)