Sidang Praperadilan, Saksi Nilai Penangkapan Habib Rizieq Politis

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 12:52 WIB
Sidang Praperadian Habib Rizieq
Sidang Praperadilan Habib Rizieq (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Sidang praperadilan Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait penahanan dan penangkapannya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, kembali digelar dengan agenda keterangan saksi dari pihak Habib Rizieq. Saksi mengatakan penahanan Habib Rizieq berlangsung secara dramatis.

"Saya merasa peristiwa itu sangat dramatis," ujar saksi Kurnia Tri Royani dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Jl Ampera Raya, Selasa (9/3/2021).

Adapun Kurnia diketahui merupakan saksi fakta yang mengetahui proses kedatangan Habib Rizieq di Polda Metro Jaya. Kurnia juga disebut bertugas menjadi salah satu pengacara Habib Rizieq.

Kurnia menjelaskan dramatis yang dimaksud karena adanya penjagaan ketat yang dilakukan Polda saat Habib Rizieq mendatangi Polda. Selain itu, penjagaan ketat disebut dilakukan hingga Habib Rizieq ke luar ruang pemeriksaan dengan status tersangka.

"Jadi kenapa saya katakan dramatis, sepanjang kita pendampingan orang biasa, tidak seperti itu. Penjagaan seperti itu superketat. Dramatis itu sampai beliau ditangkap dan ditahan," kata Kurnia.

Padahal menurutnya, Habib Rizieq saat itu datang ke Polda dengan sukarela dan keinginan pribadi. Kurnia mengatakan Habib Rizieq menerima panggilan sebagai tersangka.

"Kedatangannya sukarela sesuai keinginan Habib Rizieq. (Pemanggilan) untuk sebagai tersangka, panggilan sebagai tersangka," tuturnya.

Kurnia mengatakan Habib Rizieq memiliki banyak pengacara, namun hanya beberapa pengacara yang dapat mendampingi. Seusai pemeriksaan, dia mengatakan Habib Rizieq keluar dengan diborgol dan mengenakan rompi tahanan.

"Penangkapan yang dimaksud. Kami ini dari beberapa lapis, hanya ada beberapa yang dekat dengan Habib Rizieq," ujar Kurnia.

"Jam 12, beliau dalam kondisi tangan borgol, pakai jaket warna kuning. Dengan kerumunan yang banyak," sambungnya.

Kurnia menilai hukum perlu memberikan keadilan. Namun penahanan Habib Rizieq dinilai berbau politis.

"Sebenarnya hukum tidak merugikan siapa pun, hukum itu memberikan keadilan. Yang saya lihat sebagai tugas saya sebagai pengacara, penangkapan ini terlalu politis yang mulia," tuturnya.

Seperti diketahui, gugatan praperadilan Habib Rizieq sendiri kali ini diketahui merupakan gugatan kedua yang diajukan. Sebelumnya, Habib Rizieq juga sempat mengajukan praperadilan tapi ditolak oleh hakim.

Kali ini Habib Rizieq mengajukan permohonan praperadilan atas penahanan dan penangkapannya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Praperadilan ini didaftarkan pada nomor 11/Pid.Pra/2021/PN.Jkt.Sel. Pihak termohon adalah Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

Pengacara Habib Rizieq, Alamsyah, mengatakan kasus Habib Rizieq merupakan pelanggaran protokol kesehatan. Namun, menurutnya, Habib Rizieq justru dikenai Pasal 160 KUHP, yang mengatur penghasutan.

(dwia/knv)