Peta Jalan Pendidikan Disorot, Legislator PDIP: Warga Peduli Pelibatan Agama

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 09:02 WIB
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan.
Foto: Dok. Instagram/@putranababan74
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerima sejumlah kritik dan masukan dari berbagai pihak terkait frasa 'agama' yang hilang dari dalam visi draf Peta Jalan Pendidikan (PJP) 2020-2035. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, Putra Nababan,meminta Kemendikbud menerima masukan dan kritik tersebut.

"Kemendikbud harus bisa mendengarkan semua stakeholder, yang berikan masukan wajib didengarkan Kemendikbud karena peta jalan pendidikan itu kan road map bersama yang harus dijalankan semua Kementerian Lembaga terkait. Jadi normatifnya kemendikbud harus mendengarkan semua masukan, termasuk terkait dengan agama," kata Putra Nababan saat dihubungi, Senin (8/3/2021).

Putra Nababan mengatakan sejauh ini Peta Jalan Pendidikan memang masih berupa prakonsep atau belum berbentuk draf. Karena itulah, kata dia, wajar jika masih ada kesalahan atau hal yang hilang dari Peta Jalan Pendidikan tersebut.

"Itu salah satu yang dibahas, tapi itu tidak masuk dalam karena ini masuk pra konsep jadi kita lengkapin, kita tidak permasalahkan, kita buat masukan sendiri yang komprehensif, bukan mengacu pada itu aja, terlalu banyak urusan. Bukan hanya sekedar itu (frasa agama) aja, kalau ada yang hilang, ada yang nggak lengkap wajar aja, karena dari sisi sosiologis ada masukan, sisi agama ada masukan, infrastruktur ada masukan, banyak masukan," ucapnya.

Lebih lanjut, Putra Nababan meminta Kemendikbud menerima kritik bahkan masukan termasuk salah satunya terkait frasa agama. Sebab, menurutnya, itu bentuk kepedulian masyarakat terhadap Peta Jalan Pendidikan di Indonesia.

"Ya menurut saya ini kan adalah salah satu kepedulian dan perhatian dari masyarakat terkait dengan ada unsur pelibatan agama atau frasa agama yang ada di dalam itu, dalam hal ini normatifnya Kemendikbud dalam susun konsep harus dengarkan semua stakeholder," sebutnya.

Muhammadiyah sebelumnya menyoroti draf visi pendidikan 2020-2035 dalam Peta Jalan Pendidikan RI. Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut hilangnya frasa 'agama' itu sebagai hal yang serius.

Berikut ini bunyi visi draf Peta Jalan Pendidikan 2020-2035:

Visi Pendidikan Indonesia 2035: Membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

Penjelasan Kemendikbud

Kemendikbud merespons kritikan tersebut. Kemendikbud mengatakan draf Peta Jalan Pendidikan itu akan terus disempurnakan.

"Saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 oleh Kemendikbud masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak dengan semangat yang sama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk generasi penerus bangsa," kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri, kepada wartawan, Minggu (7/3).

Simak video 'Anggota DPR F-PKS Minta Kemdikbud Cabut Draf Peta Jalan Pendidikan!':

[Gambas:Video 20detik]

(maa/knv)