Hendropriyono Tinjau Proyek PLTA Batang Toru di Tapsel

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 14:48 WIB
Mantan Kepala BIN Hendropriyono.
Hendropriyono (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

AM Hendropriyono meninjau pembangunan PLTA Batang Toru di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Hendropriyono mengaku bersyukur proyek tersebut masih berlanjut.

Sebelumnya proses pembangunan PLTA Batang Toru sempat mengalami hambatan dari NGO skala global. Kini gugatan terkait hal tersebut telah di menangkan PT N-SHE sehingga proses pembangunan PLTA Batang Toru kembali berlanjut.

"Ya akhirnya proyek ini bisa terus berlangsung karena sesungguhnya tidak ada yang dilanggar. PT N-SHE telah memenangkan gugatan mereka dan sudah inkracht van gewisjde," kata Hendropriyono, dalam keterangannya, Senin (8/3/2021).

Hendropriyono bersama rombongan meninjau langsung pembangunan terowongan pembantu di Sipirok pada Minggu (7/3/2021). Dalam kunjungannya, Hendropriyono turut didampingi beberapa pimpinan PT North Sumatera Hydro Energi (N-SHE), Danrem Kolonel Febriar Buyung, mantan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu, sejumlah pejabat lainnya, dan pimpinan proyek PLTA.

Hendropriyono selaku pihak pemrakarsa pembangunan PLTA Batang Toru mengapresiasi kerja keras yang dilakukan para pelaksana proyek dan dukungan yang diberikan Pemda Tapanuli Selatan dan otoritas keamanan setempat.

Lebih lanjut, Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu menyambut baik kedatangan AM Hendropriyono. "Kehadiran Bapak di lokasi proyek tadi dapat menyemangati kami yang bekerja di sini," kata Dolly Pasaribu.

Dolly menyebut Pemda dan masyarakat Tapanuli Selatan merasa diuntungkan terkait pembangunan PLTA Batang Toru.

"Kami bersama rakyat Tapsel siap mengawal," ujar Dolly.

Sementara itu, Mantan Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu mengatakan pembangunan PLTA diyakini malah membantu memelihara lingkungan. Salah satu contohnya pada akhir masa jabatannya, tahun 2020, Kabupaten Tapsel menerima penghargaan Kalpataru.

"Kami menerima penghargaan itu dari Ibu Menteri Lingkungan Hidup disaksikan Bapak Presiden," kata Syahrul Pasaribu.

Diketahui, PLTA Batang Toru merupakan Pembangkit Hydro terbesar di Sumatera, dengan kapasitas 4x127.5 MW. Nilai proyek USD 1,668 milyar atau sekitar Rp 20 triliun. Ada share 25 persen dariPLN PJB.

PLTA ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2026 dan akan memasok kebutuhan listrik di Sumatera dan dapat memperkuat pasokan listrik di Jawa-Bali.

PLTA Batang Toru dapat memproduksi 2124.03 GWh per tahun dan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 16 megaton pertahun. Selain itu PLTA Batang Toru akan dapat mengurangi belanja negara Rp 54 triliun setiap tahunnya.

PLTA Batang Toru juga memberikan kontribusi pencegahan pemanasan global, mendukung perekonomian dan kelestarian ekosistem utamanya Daerah Aliran Sungai Batang Toru. Saat ini sedang dikerjakan pembuatan terowongan sepanjang 12 km, dari Sungai Batang Toru hingga pembangkit listrik yang disiapkan di Marancar, Tapanuli Selatan.

(yld/bar)