Polda Metro Bakal Periksa Walkot Bekasi Jadi Saksi Kasus Sengketa Tanah

Yogi Ernes - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 14:16 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya memanggil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Pria yang akrab disapa Pepen itu akan diperiksa terkait kasus sengketa tanah.

"Dia (Rahmat Effendi) sebagai saksi saksi aja. Masalah ada sengketa tanah sebetulnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi detikcom, Minggu (7/3/2021).

Tubagus belum memerinci lebih jauh perihal kasus sengketa tanah tersebut. Pihak pelapor dari kasus ini pun belum dibeberkan oleh Tubagus.

Namun dia hanya mengatakan kasus sengketa tanah tersebut telah masuk ke ranah persoalan perdata.

"Ya udah berperdata juga sebetulnya makanya kita minta keterangan. Cuman karena kapasitas beliau sebagai Walkot ada tahapan, ada proses, itu aja," papar Tubagus.

Sejatinya, Pepen dijadwalkan untuk dimintai keterangan pada Jumat (5/3). Namun saat itu yang bersangkutan meminta penundaan pemeriksaan.

Terkait kapan agenda pemeriksaan yang akan dilakukan kepada Pepen, pihak Polda Metro Jaya masih akan mengatur jadwal pemeriksaan ulang tersebut.

"Harusnya Jumat kemarin (5/3) cuman beliaunya masih di luar kota, masih ditunda. Kita masih dijadwalkan ulang," ujar Tubagus.

detikcom sudah berusaha meminta tanggapan atas panggilan ini kepada Pepen. Namun belum ada respons.

Lihat juga Video: Dor! Tembakan Peringatan Bubarkan Warga Bogor yang Ricuh di Kantor Kelurahan

[Gambas:Video 20detik] (ygs/knv)