Peras ASN Puskesmas Rp 15 Juta, 2 Pria Catut Kapolres Tomohon Diciduk

Angel Rawis - detikNews
Minggu, 07 Mar 2021 01:23 WIB
ilustrasi pungli (andhika-detikcom)
Foto: ilustrasi penangkapan pelaku kriminal (Andhika-detikcom)
Manado - Polisi menangkap dua pria yang memeras ASN sebuah puskesmas di Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut). Kedua pelaku bernama Fredy (58) dan Romario (26) tersebut memeras korban Rp 15 juta.

Korban Junia (51) mengatakan pelaku Freddy menghubunginya pada Rabu (3/3) dengan mencatut nama Kapolres Tomohon. Pelaku Freddy bersama Romario lalu mendatangi korban di rumah dinasnya di Taratara, Tomohon, Sulut.

Pelaku Freddy mengaku sebagai Tim Investigasi Kasus-kasus yang berkantor di Jakarta, serta Romario merupakan asistennya. Mereka mengaku diperintahkan Kapolres Tomohon untuk menginvestigasi puskesmas tempat korban bekerja.

Kedua pelaku meminta uang sebesar Rp 15 juta kepada korban agar permasalahan yang ada di puskesmas Taratara, dimana korban bekerja tidak diproses hukum. Kedua pelaku lalu meninggalkan korban.

Atas pemerasan tersebut korban melapor ke Tim URC Totosik Polres Tomohon. Tim URC Totosik yang dipimpin Bripka Yanny Watung lalu membuat strategi menangkap kedua pelaku.

"Kami sampaikan kepada korban, untuk menghubungi kedua pelaku, dan mengatakan akan memberikan uang, sesuai permintaan mereka, dan akan bertemu di lokasi yang disampaikan oleh korban," kata Bripka Yanny Watung, Sabtu (6/3/2021).

Akhirnya disepakati antara korban dan kedua pelaku, akan bertemu di kompleks patung Opo Tololiu kelurahan Matani 3 Kecamatan Tomohon Tengah. Pelaku Romario pun mendatangi lokasi tersebut.

"Korban mengenali Romario salah satu pelaku, yang datang ke rumah dinas korban, dan saat itu juga memberi isyarat kepada Tim URC Totosik, dan dengan kesigapan yang ada, Mario berhasil diamankan," ujar Bripka Yanny.

Setelah menangkap Romario, petugas menangkap Freddy yang sedang berada di rumah pacarnya di kelurahan Matani 1. Kedua pelaku lalu dibawa ke Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot pun membenarkan penangkapan yang dilakukan Tim URC Totosik. Kedua pelaku sengaja menggunakan nama Kapolres untuk memeras korban.

"Kedua pelaku sudah mengakui, kalau apa yang mereka lakukan yang dengan sengaja menggunakan nama Kapolres Tomohon, dengan maksud untuk menakuti korban yang menjadi incaran mereka," jelas Kapolres AKBP Bambang Ashari Gatot.

Dia mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada pihak yang mencatut namanya untuk meminta uang. Dia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai polisi.

"Saya tegaskan bahwa, personel yang ada di jajaran Polres Tomohon, tidak ada yang akan saya percayakan, atau perintahkan untuk meminta sesuatu kepada masyarakat, dengan jaminan akan mengamankan perkara yang sedang ditangani oleh Polres Tomohon," tegas AKBP Bambang.

Tonton juga Video: Polisi Tangkap 3 Oknum Wartawan yang Peras Aparat Desa di Sukabumi

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)