Analisis: KLB Demokrat Balas Dendam Politik Kubu Anas Urbaningrum ke SBY

ADVERTISEMENT

Analisis: KLB Demokrat Balas Dendam Politik Kubu Anas Urbaningrum ke SBY

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 07:10 WIB
Moeldoko menghadiri KLB Partai Demokrat (Ahmad Arfah/detikcom).
Foto: Moeldoko menghadiri KLB Partai Demokrat (Ahmad Arfah/detikcom).

Selengkapnya di halaman selanjutnya.

Namun kenyataannya, kata Qodari, SBY tidak pernah mengakomodasi orang-orang Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie juga menjadi korban perjanjian Anas Urbaningrum dan SBY. Dari sinilah, menurutnya dendam itu muncul dan terjadilah KLB Demorkat dengan pencetus orang-orang Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.

"Nah menurut yang saya dengar orang-orang Anas itu tidak diakomodasi, jadi istilahnya kubu Anas tersingkir, Marzuki Alie juga makin tersingkir juga. Nah itu yang menjelaskan kalau kita lihat pemain utama pada hari ini itu kan misalnya Jhoni Allen Marbun, siapa Jhoni Allen? itu motor dan operatornya Anas Urbaningrum tahun 2010, katanya di situ ada Nazar (Nazaruddin), itu kan timnya Anas juga, dan Nazar bendaharanya Demokrat waktu itu, lalu siapa? Marzuki Alie walau Marzuki mengatakan 'sebetulnya saya tidak terlibat, tapi karena saya dipecat ya saya tidak ada pilihan lagi, ya sudah saya melawan', jadi ini sebetulnya bergabungnya 2 musuh SBY," jelasnya.

Tak hanya masa lalu, Qodari juga menganalisis ada 2 persoalan masa kini dan masa depan yang menyebabkan akumulasi keinginan KLB semakin besar.

"Masalah di masa lalu adalah soal partai katanya Demokrat mau jadi partai terbuka tapi kok sekarang jadi partai keluarga, ya sulit dibantah itu soal partai keluarga dari AD/ART itu saling mengunci itu. Kemudian janji politik, akomodasi kubu Anas dan kubu Marzuki yang tidak terjadi. Lalu masalah sekarang pro kontra misalnya soal iuran dari daerah ditarik ke pusat, kemudian dari daerah dimintain dana tapi nggak dibalikin lagi untuk pilkada nggak sesuai janji, lalu masa depan adalah soal nasib Demokrat apakah suara naik apa turun, nah 3 masalah ini sebetulnya berakumulasi," ungkapnya.


(maa/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT