Pengacara Bicara soal Suvenir-Meja Kerja Harga Miliaran di Pleidoi Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 20:46 WIB
Sidang kasus suap-gratifikasi Nurhadi beberapa waktu lalu. (Zunita/detikcom)
Sidang kasus suap-gratifikasi Nurhadi beberapa waktu lalu. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Tim pengacara mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi membacakan nota pembelaan atau pleidoi di sidang hari ini. Dalam pleidoinya, pengacara Nurhadi bicara kliennya telah disudutkan dengan isu-isu miring sejak menjabat sebagai Sekretaris MA.

"Ketika Terdakwa I menjadi Sekretaris MA, ia telah disudutkan dengan banyaknya pemberitaan dan isu yang dapat mempengaruhi atau menimbulkan pandangan buruk bagi orang awam yang tidak mengikuti dan mengetahui persoalan yang sebenarnya, misalnya tersebar luasnya kabar bermewah-mewah ketika menyelenggarakan perkawinan putri tunggalnya dengan membagikan suvenir berupa iPod kepada tamu undangan, padahal iPod tersebut yang membeli adalah menantunya, bukan dibeli oleh Terdakwa I," ujar pengacara Nurhadi, Maqdir Ismail, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021).

Maqdir mengatakan kliennya itu sudah memiliki harta berlebih sejak 1981, sejak mulai usaha burung walet. Menurut Maqdir, kalaupun Nurhadi yang membelikan suvenir pernikahan anaknya, itu tidak jadi masalah karena Nurhadi memiliki uang lebih.

Selain itu, Maqdir mengungkit masalah meja di ruangan kerja Nurhadi yang disebut-sebut miliaran rupiah. Padahal, kata Maqdir, meja kerja itu seharga Rp 11 juta yang dibeli di Kemang, Jakarta Selatan.

"Diembuskannya isu Terdakwa I membeli meja kerja mewah di ruang kerjanya di Mahkamah Agung hingga miliaran rupiah, padahal harganya dibeli di Vinotti Kemang, Jaksel, seharga Rp 11,4 juta pada April 2012, ada bukti kuitansi. Diisukan Terdakwa I adalah makelar kasus atau dagang perkara di Mahkamah Agung, padahal tidak pernah ada bukti hukum yang membuktikan dan membenarkan hal itu. Bagaimana mungkin Terdakwa I bisa mengurus perkara orang lain, mengurus perkara dirinya sendiri saja tidak bisa, terbukti praperadilan yang dimohonkan oleh Terdakwa I tidak berhasil, ditolak pengadilan," jelasnya.

Dia mengatakan Nurhadi telah difitnah beberapa orang, mulai difitnah mengurus perkara hingga memiliki hubungan istimewa dengan selebgram Agnes Jennifer, yang pernah bersaksi di sidang Nurhadi. Maqdir mengatakan isu itu semua fitnah.

Dia juga menyinggung kasus teranyar Nurhadi yang diduga melakukan pemukulan kepada pegawai Rutan KPK. Maqdir membantah peristiwa itu.

"Dan yang terakhir KPK melalui juru bicaranya Ali Fikri mengemukakan kepada media bahwa Terdakwa I telah menganiaya petugas rutan, padahal baik KPK maupun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan HAM belum melakukan pemeriksaan terhadap Terdakwa I, tetapi KPK sudah menyimpulkan Terdakwa I melakukan penganiayaan. Tentu saja Terdakwa I menyangkal telah melakukan penganiayaan, sebagaimana pengakuan yang disampaikan kepada penasihat hukum yang kemudian dipublikasikan ke berbagai media. Tidak ada peristiwa yang disebut sebagai penganiayaan sebagaimana pemberitaan yang bersumber dari KPK tersebut," tegasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2