Menaker Dorong Transformasi BLK untuk Perkuat Pelatihan Vokasi

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 20:41 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan menjadikan program transformasi BLK sebagai salah satu lompatan besar yang dilaksanakan saat ini. Hal ini untuk memperkuat pelatihan vokasi sebagai program unggulan untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

"Arah kebijakan dari program transformasi BLK adalah mengubah secara total BLK sebagai Balai Pelatihan Vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan internasional," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Pernyataan ini disampaikan Ida dalam pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I di BLK Ternate, Maluku Utara. Untuk menyukseskan program tersebut, Kemnaker menjadikan agenda 6R sebagai perhatian utamanya, yaitu reformasi kelembagaan, redesain substansi pelatihan, revolusi SDM, revitalisasi fasilitas dan sarana prasarana, rebranding BLK, dan relationship.

Sementara untuk menyiapkan pelatihan vokasi dan menghadapi proses transformasi ketenagakerjaan akibat pandemi dan revolusi industri 4.0, Kemnaker sudah menyusun kebijakan agar pelatihan vokasi sesuai dengan munculnya peluang usaha dan jenis pekerjaan baru di era pandemi.

Kebijakan yang telah disusun antara lain tripleskilling, yakniskilling,reskilling, danupskilling bagi pekerja; optimalisasipemagangan berbasis jabatan; peningkatan soft skills; perubahan kurikulum dan metode yang berfokus pada human digital online (menggunakan metode blended training); serta kolaborasi dengan semua stakeholders, terutama pelaku industri untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya sinergi dan kolaborasi antara BLK serta stakeholders terutama dari dunia usaha dan industri sebagai pengguna tenaga kerja sangat penting. Sebab dengan dilakukannya sinergi, maka bisa dipastikan lulusan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap.

Ia mengatakan dunia usaha sebagai penyerap tenaga kerja yang punya peran besar dalam menentukan kompetensi yang dibutuhkan saat ini maupun masa depan. Supaya, proses link and match antara pendidikan dan dunia kerja bisa tercipta.

"Pada akhirnya, program pelatihan vokasi akan mengurangi biaya training dan investasi SDM bagi industri, sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara BLK dan industri," ucapnya.

Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba berharap bantuan pemerintah pusat dalam membangun SDM yang unggul di daerahnya, sehingga masyarakat Maluku Utara menjadi berdaya dan tak tertinggal. Dalam upaya menambah masyarakat yang bisa diberdayakan tersebut, ia berjanji akan menambah lahan untuk BLK Sofifi yang akan dihibahkan ke Kemnaker, dari yang hanya sekitar 4, 8 hektare, kalau perlu ditambah sampai 50 hektare.

"Sehingga ketersediaan dan kebutuhan tenaga kerja yang ada di Weda Bay, Maluku Utara dari sekitar 12 ribu orang ini akan ditambah menjadi 40 ribu orang," pungkasnya.

(ega/ega)