Viral Pria di Ternate Tendang Kungfu Tukang Sol Tua, Ini Faktanya

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 19:42 WIB
Mulai Hari Ini, Warga Turki Tidak Bisa Lagi Gunakan Media Sosial Secara Bebas
Ilustrasi media sosial (Foto: DW News)
Jakarta -

Video seorang pria menendang tukang sol sepatu dengan gaya kungfu viral di media sosial (medsos). Peristiwa itu disebut terjadi di Ternate, Maluku Utara (Malut). Begini penelusuran polisi.

Dilihat detikcom, Jumat (5/3/2021), dalam video pendek tersebut terlihat pria penendang menggunakan baju berwarna kuning dan celana jeans panjang. Pria yang tampak sudah dewasa tersebut mengambil kuda-kuda sekitar dua langkah sebelum menendang tukang sol sepatu.

Sementara itu, tukang sol sepatu yang ditendang tampak sudah berusia setengah baya atau lebih dari 40 tahun. Tukang sol sepatu tersebut ditendang di bagian atas tubuhnya saat dalam posisi duduk.

Akibat ditendang, tukang sol sepatu pun terjengkang hingga terjatuh ke tanah. Setelah itu sejumlah warga di lokasi langsung memegangi pria penendang tukang sol sepatu tersebut.

Polisi menelusuri peristiwa tersebut. Kabid Humas Polda Malut Kombes Adip Rojikan mengatakan anggota Polres Ternate langsung mendatangi lokasi tersebut.

"Anggota piket Unit Jatanras Satreskrim Polres Ternate mendatangi kejadian terkait video yang saat ini viral tentang dugaan terjadinya tindak pidana penganiayaan," kata Kombes Adip dalam keterangannya, Kamis (5/3/2021).

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (4/3) di Kelurahan Mangga Dua Selatan RT 007 RW 002 Kecamatan Ternate Selatan, Ternate, Malut. Malam itu, anggota Polres Ternate langsung meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi.

Diketahui pria penendang tukang sol tersebut berinisial S. Pria berusia 25 tahun itu berasal dari Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan.

Belakangan diketahui pria tersebut mengalami gangguan jiwa.

"Dari hasil keterangan keluarga maupun masyarakat sekitar bahwa pria tersebut mengalami gangguan jiwa. Pria tersebut dibawa oleh keluarga ke Kota Ternate dengan tujuan untuk berobat," jelasnya.

Kombes Adip mengingatkan masyarakat untuk selalu bijak menggunakan medsos. Menurutnya, jika memang pria tersebut mengalami gangguan jiwa seharusnya tidak perlu videonya disebar karena dapat menimbulkan persepsi masyarakat yang negatif tanpa mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.

"Walaupun pria tersebut mengalami gangguan jiwa akan tetapi tindakan yang dilakukan pria tersebut salah dan tidak pantas dilakukan, sementara kita yang diberikan jiwa yang sehat harus bijak dalam mengekspos sesuatu," tuturnya.

(jbr/idh)