Kejagung Blokir Ratusan Aset Bidang Tanah Milik Para Tersangka Kasus Asabri

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 16:33 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak
Leonard Eben Ezer (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) memblokir ratusan aset persil atau bidang tanah milik para tersangka kasus Asabri. Kejagung menyebut sejumlah aset tanah tersebut masih berkaitan dengan tersangka Benny Tjokrosaputro.

"Di Kabupaten Bogor berupa sertifikat Hak Guna Bangunan sebanyak 220 bidang/persil," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers tertulis, Jumat (5/3/2021).

Leonard mengatakan pihaknya juga turut memblokir 779 bidang aset tanah di Kabupaten Lebak, Banten dan juga 244 bidang aset tanah di Kabupaten Tangerang. Dia menyebut aset-aset itu masih milik dan terkait dengan Benny Tjokrosaputro.

"Di Kabupaten Lebak berupa sertifikat Hak Guna Bangunan sebanyak 779 bidang/persil. Di Kabupaten Tangerang berupa sertifikat Hak Guna Bangunan sebanyak 244 bidang/persil dan berupa sertifikat Hak Milik sebanyak satu bidang/persil," ungkapnya.

Kemudian, tim penyidik juga memblokir aset tanah milik tersangka Bachtiar Effendi. Ada 2 persil aset tanah yang diblokir di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Aset tanah persil milik atas nama BE yang sudah diajukan permohonan pemblokiran ke Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi sebanyak 2 bidang/persil berupa sertifikat hak milik (SHM)," tuturnya.

Sementara itu, ada juga satu persil aset tanah yang diblokir di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Aset itu milik tersangka Hari Setianto.

"Aset tanah persil yang sudah diajukan permohonan pemblokiran ke Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Depok sebanyak 1 bidang/persil berupa Sertifikat Hak Milik (SHM)," kata Leonard.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan 9 orang tersangka, mereka adalah:

1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2011-2016
2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020
3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015
4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019
5. Ilham W Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT Asabri periode 2012-2017
6. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
7. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
8. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
9. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations


Sebelumnya, Kejagung juga telah menggeledah apartemen milik Jimmy Sutopo, tersangka skandal Asabri. Dari Apartemen Raffles Residence, Kuningan, Jakarta Selatan, penyidik menyita 36 lukisan berlapis emas diduga hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Penggeledahan tempat di apartemen Raffles Residence Lantai 36 D, d/a. Jalan Prof Dr. Satrio Kav. 3-5, Kuningan, Jakarta Selatan. Salah satu hasil penggeledahan terhadap aset apartemen Raffles di lantai 36 D ditemukan lukisan yang diduga berlapis emas sebanyak 36 (tiga puluh enam) buah yang diduga merupakan hasil dari kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan predicate crime Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Tersangka JS," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (4/3).

Tak hanya itu, penyidik juga menggeledah apartemen Jimmy lainnya yang berada di Gandaria 8 Office Tower Lantai 9, Jakarta Selatan. Kemudian PT Bumiputera Sekuritas selaku anak perusahaan AJB Bumiputera 1912 juga digeledah.

"Selanjutnya terhadap apartemen dan barang berharga di dalamnya dilakukan penyegelan dan akan dilakukan penilaian harga lukisan tersebut oleh kurator dan akan dilanjutkan dengan penyitaan baik terhadap apartemen maupun lukisan tersebut," lanjutnya. (whn/maa)