Nurdin Abdullah Jalani Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka Korupsi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 16:24 WIB
Nurdin Abdullah
Nurdin Abdullah (Farih/detikcom)
Jakarta - KPK memeriksa Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah terkait kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Sulsel. Ini menjadi pemeriksaan perdana Nurdin Abdullah usai dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Pantauan detikcom, Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, Nurdin tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Dengan mengenakan rompi oranye, Nurdin dkk langsung masuk ke lobi KPK.

"Alhamdulillah sehat," ucap Nurdin menjawab pertanyaan wartawan terkait kondisinya.

Plt Juri Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Nurdin Abdullah yang berstatus tersangka hendak diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang lain. Saat ini, pemeriksaan terhadap para tersangka tengah berlangsung.

"Penyidikan dugaan TPK (tindak pidana korupsi) suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel TA 2020-2021. Hari ini (5/3/2021) tim penyidik KPK memeriksa tsk NA (Nurdin Abdullah) dkk," kata Ali kepada wartawan.

"Para tersangka diperiksa dalam kapasitas saling menjadi saksi," tambahnya.

Seperti diketahui, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Sulsel. Selain Nurdin, ada dua pihak lain yang ditetapkan menjadi tersangka. Nurdin ditetapkan sebagai penerima suap bersama Sekdis PUTR Sulsel, Edy Rahmat. Sedangkan Agung Sucipto menjadi tersangka sebagai penyuap.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto. Agung disebut berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulsel, di mana sebelumnya yang bersangkutan telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Firli mengatakan Agung diketahui berkomunikasi aktif dengan Edy Rahmat, yang disebut pula sebagai orang kepercayaan Nurdin Abdullah. Komunikasi itu dijalin agar Agung kembali mendapatkan proyek di Sulsel untuk tahun ini.

Hingga akhirnya Nurdin Abdullah disebut sepakat memberikan pengerjaan sejumlah proyek, termasuk di Wisata Bira, untuk Agung. Firli mengatakan suap dari Agung untuk Nurdin diserahkan melalui Edy Rahmat.

"AS selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar kepada NA (Nurdin Abdullah) melalui ER (Edy Rahmat)," sebut Firli dalam konferensi pers Minggu, (28/2) dini hari.

Firli menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari kontraktor lain pada 2020, yaitu Rp 200 juta, Rp 1 miliar, dan Rp 2,2 miliar, sehingga total uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah sekitar Rp 5,4 miliar. Namun Firli tidak merinci nama kontraktor lainnya itu. (fas/knv)