Kabareskrim Ingatkan Jajaran: Jangan Bermasalah Gara-gara Masalah Orang

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 16:05 WIB
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto (Foto: dok. Bareskrim)
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (Foto: dok. Bareskrim)
Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto mengingatkan jajarannya untuk menciptakan keadilan dan ketertiban di masyarakat. Agus meminta jajarannya selalu bertindak profesional.

Hal itu disampaikan Agus dalam kegiatan Commander Wish Kabareskrim Polri di Ruang Rapat Bareskrim Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/3/2021). Mulanya dia meminta jajarannya siap memprediksi apa yang akan terjadi di lapangan dan mengambil keputusan secara bijaksana.

Agus juga menginstruksikan jajarannya bertindak profesional. Selain itu, dia minta jajarannya tidak mencari-cari kesalahan, terutama di masa pandemi COVID-19 yang berdampak pada banyak sektor kehidupan.

"Jangan sampai inovasi-inovasi masyarakat dimatikan oleh penyidik di wilayah, hindari dan kurangi dulu. Jangan sampai masyarakat mendapatkan pendapatan di tengah pandemi itu direcoki. Kita harus menjadi bagian yang memberi solusi bagi masyarakat, bukan menjadi beban masyarakat. Yang kita perangi adalah perbuatannya, bukan orangnya. Buat cara bertindak sesuai dengan situasi pandemi COVID-19," kata Agus.

Menurutnya, penegakan hukum dilakukan demi terciptanya ketertiban di masyarakat, bukan sebaliknya. Selain itu, Agus mengingatkan bahwa penegakan hukum juga bertujuan menghadirkan rasa keadilan.

"Penegakan hukum bila timbulkan ketidaktertiban, jangan ditegakkan. Buka ruang mediasi yang seluas-luasnya. Hukum dibuat itu harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dan menimbulkan keadilan hukum. Bila korban mencabut laporan, segera hentikan," pesan Agus.

Tak lupa, Agus meminta jajarannya mencintai profesi, sehingga mampu memberikan imbal balik kepada pribadi personel dan institusi.

"Reserse itu kan nir-kepentingan, jangan kita bermasalah gara-gara masalah orang. Kita ini alat negara yang harus solid," tegasnya. (run/mae)