Datangi Balai Kota, Kuasa Hukum Korban Banjir DKI 2021 Tuntut Ganti Rugi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 13:52 WIB
Tim kuasa hukum korban banjir DKI 2021 ke Balai Kota (Tiara Aliya/detikcom)
Foto: Tim kuasa hukum korban banjir DKI 2021 ke Balai Kota (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta - Tim kuasa hukum korban banjir DKI Jakarta menyambangi Balai Kota untuk mengajukan keberatan atas penanganan banjir 2021 yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan. Mereka menuntut ganti rugi akibat banjir yang ditaksir mencapai Rp 2 Miliar.

"Minta ganti rugi. Tapi di luar itu RPJMD harus dilaksanakan supaya tidak terulang normalisasi sungai harus dilaksanakan. RPJMD itu adalah perintah hukum ya, yang untuk kepala daerah untuk dilaksanakan," kata Juru Bicara Tim Advokasi Solidaritas Untuk Korban Banjir Sugeng Teguh Santoso, Jumat (5/3/2021).

Sugeng mewakili 7 orang korban banjir pada Februari 2021 yang berdomisili di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Ia memandang warga mengalami kerugian materil lantaran penanganan banjir tidaklah optimal.

"Jadi kami ini dari tim advokasi solidaritas untuk korban banjir yang terjadi Februari 2021 kemarin. Ada tujuh warga kota Jakarta yang terdiri dari satu warga Jaktim, namanya pak Indra. Dan enam warga jaksel. Namanya ibu Tri Andarsari, ibu Jeanny Lamtiur, Gunawan Wibisono, Yusnelly Suryadi, Shanty Widhiyanti dan Virza Syafaat," paparnya.

"Ini setiap warga berbeda. Yang paling besar itu ibu Jeni ada dua mobil yang terendam. Kerugiannya dua mobil saja Rp 500 juta kemudian kerusakan motor (ada yang) Rp 7 juta, R0 20 juta, furniture, perangkat. Kalau dijumlahkan berapa nih lebih dari Rp 2 Miliar," sambungnya.

Sejumlah warga menerobos banjir di kawasan Kampung RW04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (19/2). Saat ini banjir setinggi 1 meter lebih masih menggenangi kawasan banjir tersebut dan diprediksi jika hujan lagi maka akan lama surutnyaSejumlah warga menerobos banjir di kawasan Kampung RW04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (19/2). Saat ini banjir setinggi 1 meter lebih masih menggenangi kawasan banjir tersebut dan diprediksi jika hujan lagi maka akan lama surutnya (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Awalnya, Sugeng berencana melakukan audiensi langsung kepada Anies Baswedan. Namun, niat tersebut diurungkannya lantaran ada prosedur yang harus dijalankan. Akhirnya, ia menyerahkan surat pengaduan ke bagian administrasi.

"Tadi kami minta bisa beraudiensi dengan pak Anies sebetulnya langsung tapi rupanya ada mekanisme untuk permohonan audiensi sehingga kami memasukkan surat bersama dengan barang-barang di sana," terangnya.

Kemudian, Sugeng diarahkan ke bagian Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta. Di sana, ia sempat berdialog bersama perwakilan Pemprov DKI. Kepada Sugeng, Pemprov DKI berjanji segera memproses surat pengaduannya.

"Kemudian kami juga ke lantai 10 rupanya di sana ada bidang yang menangani pengaduan korban banjir, tadi kami bertemu dengan petugas yaitu ibu Sisilia dan pak Ebron Sirait, jadi kami ketemu, berdialog, ada janji bahwa pengaduan kami ini akan dibahas dan akan ada undangan," ucapnya.

Sugeng memberikan tenggat waktu selama 10 hari untuk Pemprov DKI Jakarta merespon keberataannya. Hal ini, sebutnya, mengacu pasal 7 ayat 2 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Negara. Apabila tak menerima hasil baik, pihaknya akan mengambil langkah selanjutnya menggugat ke PTUN.

"Kalau mereka tidak melaksanakan kita naikkan ke proses berikutnya, tata usaha negara (PTUN). Ke Atasannya dulu lah ke presiden, banding administratif kepada presiden kalau kemudian juga ada kebutuhan di sana kita bisa mengajukan kepada peradilan tata usaha negara," tegasnya.

Seperti diketahui pada Sabtu (20/2/2021) Pemprov DKI mencatat sebanyak 113 RW dilanda banjir. Luas area yang tergenang, yakni 4 km persegi.

Pemprov DKI pun mendata ada lima orang meninggal akibat banjir. Empat di antaranya anak-anak dan seorang lainnya merupakan lansia berumur 67 tahun.

"Korban merupakan lansia 67 tahun berjenis kelamin laki-laki yang terkunci di dalam rumah, di Jatipadang, Jakarta Selatan. Selain itu, 4 anak-anak, terdiri dari 3 anak laki- laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain, dan 1 anak perempuan usia 7 tahun yang tenggelam di Jakarta Barat," ungkap Plt Kepala BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2).

Simak juga video 'Banjir Bikin Pelajar di Lamongan Terpaksa Naik Perahu ke Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)