Bupati Tangerang Ungkap Efektifnya Kampung Tangguh Jaya Atasi COVID

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 11:24 WIB
Bupati Tangerang
Bupati Tangerang Ahmad Zeki Iskandar/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan wilayahnya kini berstatus zona kuning COVID-19. Dia kemudian mengatakan jurus efektif menekan laju kasus positif Corona (COVID-19) di wilayahnya adalah dengan program Kampung Tangguh Jaya.

"(Program Kampung Tangguh Jaya) efektif. Kami prioritaskan kecamatan di zona merah: Kecamatan Kelapa Dua, Kecamatan Tugu, Kecamatan Balaraja, Kecamatan Pagedangan, satu lagi Kecamatan Pasar Kemis," papar Ahmed kepada wartawan, Jumat (5/3/2021).

Ahmed menuturkan saat ini berdiri sekitar 20 Kampung Tangguh Jaya di Kabupaten Tangerang. Kegiatan warga yang lingkungannya menjadi Kampung Tangguh Jaya secara umum sama.

"Kurang lebih sudah ada 20-an RW yang sudah mendesain Kampung Tangguh, dimulai dari PPKM. Semua hampir sama standarnya, ada ruang perawatan untuk deteksi, kemudian ada beberapa yang ditambahkan dengan kegiatan hidroponik, kemudian juga ada untuk ternak ikan lele dan ikan nila," jelas Ahmed.

Namun kegiatan inti warga Kampung Tangguh Jaya adalah menekan laju penularan COVID-19. "Sebenarnya Kampung Tangguh Jaya lebih kepada deteksi (COVID-19), kemudian tracing, treatment dan juga tracking, itu diawalnya," tutur Ahmed.

Ahmed menyebut Kabupaten Tangerang berstatus zona kuning COVID-19 sejak tiga hari lalu, Selasa (2/3). "Sekarang sudah zona kuning, menurun, (sejak) dua hari yang lalu," sambung dia.

Ahmed merasa kehadiran Kampung Tangguh Jaya membantu Pemkab Tangerang dapat penanganan COVID-19. Harapan Ahmed, seluruh RW di Kabupaten Tangerang menjadi Kampung Tangguh Jaya dan kegiatan warga tak hanya terfokus pada hal-hal terkait COVID-19, tapi juga kegiatan kreatif dan produktif lainnya.

"Terbantu pastinya. Harapan ya semua RT/RW mudah-anan punya program Kampung Tangguh Jaya; Bukan saja untuk tracing, tracing dan treatment pasien yang terpapar. Tapi juga bisa menjadi wadah untuk masyarakat, untuk RT/RW tersebut berkomunikasi, berkreasi dan juga produktif. Jadi tidak cuma urusan COVID saja, tapi juga urusan lain yang membuat masyarakat lebih produktif," ungkap Ahmed.

Seperti diketahui, salah satu Kampung Tannguh Jaya yakni RW 15, Kelurahan Bojong Nangka, Kelapa Dua, Tangerang, Banten memiliki inovasi dalam men-treatment warganya yang terpapar COVID-19. Berbekal dua layar televisi LED sumbangan, pengurus lingkungan menjangkau puluhan warga yang terpapar Corona melalui video conference (vicon).

Ketua RW 15 Kelurahan Bojong Nangka, Tato Supriyanto (65), Kamis (25/2), menceritakan latar belakang tercetus ide pantau warga isoman via video conference karena adanya stigma terhadap penderita COVID-19. Tato menuturkan sebelumnya tak sedikit warga positif COVID-19 yang akhirnya menutup diri, padahal pengurus lingkungan ingin tahu kondisi mereka.

Sistem pemantauan warga positif Corona via video conference sudah tiga pekan berjalan. Para pengurus RW memanfaatkan dua layar TV LED yang diberikan oleh pihak kepolisian dalam rangka program Kampung Tangguh Jaya.

Tato menyebut sistem monitor lewat vicon ini sangat membantu, pasal di RW 15, Bojong Nangka, Kelapa Dua, terdapat hampir 4.000 penduduk dengan 1.062 kepala keluarga (KK). Metode monitoring warga COVID-19 saat ini diakui Tato mempermudah kerja pengurus lingkungan.

Seperti diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran menggagas konsep kampung tangguh untuk menghadapi pandemi COVID-19 sejak berdinas sebagai Kapolda Jawa Timur. Kampung Tangguh Jaya memiliki konsep serupa dengan konsep PPKM mikro yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejak Fadil dilantik menjadi Kapolda Metro Jaya hingga saat ini, sudah berdiri 1.005 lebih Kampung Tangguh Jaya di tingkat RW di wilayah hukuk Polda Metro Jaya.

(bar/fjp)