Round-Up

Urusan Berkas Bikin Niat Marzuki Alie Polisikan AHY dkk Belum Tuntas

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Mar 2021 07:35 WIB
Jakarta -

Niat Marzuki Alie mempolisikan 5 kader Partai Demokrat (PD), salah satunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), belum tuntas. Laporan polisi Marzuki Alie terhadap AHY dan kawan-kawan belum tuntas karena urusan berkas.

Kemarin, pengacara Marzuki Alie, Rusdiansyah menyambangi Bareskrim Polri, di Jakarta. Tak lain dan tak bukan, tujuannya adalah untuk membuat laporan polisi.

"Jadi yang saya bisa sampaikan lima orang, satu orang kader bukan pengurus, empat orangnya pengurus teras Partai Demokrat. Ya salah satu yang akan kita laporkan AHY, salah satu ya," kata Rusdiansyah setiba di Bareskrim, Kamis (4/3/2021), pukul 11.50 WIB.

Pengacara Marzuki Alie, Rusdiansyah tiba di Bareskrim (kemeja putih), Kamis (4/3/2021).Pengacara Marzuki Alie, Rusdiansyah tiba di Bareskrim (kemeja putih), Kamis (4/3/2021). (Adhyasta/detikcom)

Perihal laporan yang akan dibuat bukan terkait keputusan Partai Demokrat memecat Marzuki Alie, melainkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Rusdiansyah secara jelas menyebut hal itu.

"Pelaporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah terhadap diri Pak Marzuki Alie," terang Rusdiansyah.

"Jadi kami merasa, klien kami merasa bahwa apa yang disampaikan adalah pencemaran nama baik dan fitnah. Itu saja dulu, ya," imbuhnya.

Marzuki Alie sebelumnya sudah menjelaskan pangkal dugaan pencemaran nama baiknya. Pangkalnya adalah pernyataan AHY pada 1 Februari soal kader yang diduga terlibat kudeta Demokrat. Ketika itu AHY menyebut salah seorang kader yang diduga terlibat sudah tidak aktif di partai sejak 6 tahun lalu.

Hal itu juga disampaikan Rusdiansyah. Menurutnya, Marzuki Alie merasa dituduh terlibat upaya kudeta Partai Demokrat.

"Ada beberapa hal yang menjadi dasar Pak Marzuki Alie ingin melaporkan beberapa orang. Pertama, beliau dituduh melakukan upaya kudeta terhadap kepemimpinan Partai Demokrat. Sampai detik ini pihak-pihak yang menuduh belum bisa membuktikan di mana-kapan Pak Marzuki bertemu, dengan siapa ingin melakukan kudeta," papar Rusdiansyah.

Usai memberikan penjelasan terkait tujuannya ke Bareskrim, Rusdiansyah masuk ke ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri.

Bagaimana hasilnya? Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2