Kiprah Bhabinkamtibmas-Babinsa di Kampung Tangguh Jaya Jakpus

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 17:10 WIB
Aiptu Ferry (kiri), Bhabinkamtibmas di RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakpus.
Aiptu Ferry (kiri) dan Sertu Riadi (kanan) sebagai garda terdepan di Kampung Tangguh Jaya RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakpus. (dok.istimewa)
Jakarta -

Keberadaan Kampung Tangguh Jaya yang digagas Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dinilai sukses menekan angka penyebaran COVID-19. Tapi, di balik suksesnya Kampung Tangguh Jaya ini juga ada peran penting anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Ya, anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa inilah yang merupakan garda terdepan yang bertarung dalam melawan COVID-19 yang kini mewabah. Bhabinkamtibmas dan Babinsa berperan besar dalam menegakkan kedisiplinan warga mentaati protokol kesehatan hingga penanganan COVID-19 di Kampung Tangguh Jaya itu sendiri.

Adalah Aiptu Ferry, salah satu anggota Bhabinkamtibmas yang setahun ini wara-wiri di Kampung Tangguh RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Ferry bersama unsur TNI dan Pemkot Jakarta Pusat turut andil membuat RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa ini menjadi zona hijau.

Di awal kasus Corona masuk ke Indonesia, Kelurahan Kebon Kelapa merupakan zona merah. Angka kasus Corona di Kelurahan Kebon Kelapa ini paling tinggi dibanding wilayah lain di Jakarta Pusat.

"Di Kelurahan Kebon Kelapa ini yang paling awal itu paling tinggi di situ se-Jakarta Pusat, pada saat awal-awal COVID. Awalnya ada 4 orang, kemudian sampai ada klaster keluarga 12 orang, terus ada klaster jemaah," ujar Ferry dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (1/3/2021).

Aiptu Ferry tidak sendiri. Dia bersama anggota Babinsa Sertu Riadi sinergi dalam upaya 'menghijaukan' RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa, Gambri, Jakpus ini.

"Saya ya tiap hari barengan sama Pak Ferry ini. Kalau tidak ada Pak Ferry, waduh...kewalahan juga saya," ujar Riadi.

Setiap hari, Ferry dan Riadi berkeliling memonitor pelaksanaan protokol kesehatan di Kampung Tangguh Jaya. Keduanya juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Kami menerapkan one gate system di RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa ini. Sehingga orang yang keluar-masuk termonitor, kalau ada yang melanggar prokes langsung kami tegur," imbuh Riadi.

Resistensi Warga

Ferry merupakan salah satu polisi yang bisa dikatakan pejuang dalam menekan angka Covid-19 ini. Ia bercerita bagaimana resistensi warga ketika berupaya menegakkan protokol kesehatan Covid-19 pada masa itu.

Salah satu pengalamannya, ketika ada satu rumpun keluarga berjumlah 72 orang yang terindikasi COVID-19. Bermula, dari seorang suami-istri yang mana suaminya positif COVID-19 setelah bepergian dari luar kota.

"Awal mulanya anak-menantu main, kemudian pulang, setelah dicek di kantornya positif. Akhirnya telepon ke keluarga untuk kemas-kemas, istrinya disuruh ke Jalan Batu Tulis ya mungkin takut, akhirnya istrinya disuruh tinggal di rumah keluarganya," kenang Ferry.

"Jadi dalam satu lingkungan itu ada keluarganya 72 orang, jadi nenek moyangnya di situ dari dulu, satu rumah itu ada kontrakan 14 orang, kemudian rumah depannya lagi ada beberapa rumah, berkumpul gitu," tuturnya.

Ndilalah, ternyata keluarganya juga terpapar Covid-19, sehingga total ada 72 orang yang diduga terpapar COVID-19. Pada saat itu, Ferry bersama Satgas Covid-19 berusaha mengevakuasi keluarga ini ke Wisma Atlet, Kemayoran, namun mendapat perlawanan.

"Sehingga kemudian akhirnya itu dikarantina semua, di-portal jadi tidak boleh ada yang keluar-masuk. Karena pada nggak mau dibawa ke Wisma Atlet. Alhamdulillah sekarang semuanya sudah sembuh," paparnya.


Masuk RS

Aiptu Ferry sangat concern untuk menurunkan angka COVID-19 di RW 04 Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakpus. Ia bekerja tanpa lelah untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat hingga menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Sampai-sampai, Ferry masuk rumah sakit pada pertengahan 2020 lalu. Ia harus dirawat di RS Polri karena mengalami sesak napas.

Ferry sudah waswas jika dirinya terkena Corona. Beruntung, Ferry ternyata negatif Corona.

"Iya kirain kena Corona, tahunya cuma sakit biasa saja. Soalnya saya kan berhadapan langsung dengan warga yang terpapar Covid-19, jadi pada waktu itu agak waswas juga 'jangan-jangan kena', alhamdulillah ternyata bukan," imbuh Ferry.

Simak cerita selengkapnya di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2