Wakil Ketua MPR Kisahkan Perjuangan Pahlawan Gorontalo Nani Wartabone

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 16:46 WIB
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengisahkan seorang pahlawan di Gorontalo bernama Nani Wartabone yang sangat cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sosoknya sebagai pahlawan memang asing untuk rakyat Indonesia di luar Gorontalo, tapi bagi rakyat 'serambi Madinah', Nani sangat dikagumi dan dicintai.

Nani adalah figur pahlawan dengan gagah berani. Pada 23 Januari 1942, ia memimpin masyarakat Gorontalo bertempur dan berhasil memporak porandakan pasukan penjajah Belanda. Saat itu juga, Nani atas nama rakyat langsung memproklamasikan kemerdekaan Gorontalo. Hari itu dikenang sebagai hari Patritotik.

Hal tersebut dikatakan Fadel Muhammad saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR kerja sama MPR dengan Kepala Desa Dulohupa dan LSM Bumi Hijau Gorontalo, di aula Sanggar Seni Dulohupa, Desa Dulohupa, Gorontalo, Selasa (2/3).

Fadel mengatakan hal yang luar biasa dari sang pahlawan adalah begitu mendengar Bung Karno membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Nani dan pasukan serta rakyat tanpa ragu langsung menyatakan bergabung dengan Indonesia.

Melihat perjuangannya yang sangat hebat, pahlawan yang mendapat julukan 'Petani Pejuang' ini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003.

"Semangat NKRI dari pahlawan ini mengajarkan kepada kita semua bahwa kesatuan bangsa itu di atas kepentingan pribadi atau golongan. Di era kemerdekaan ini, warisan perjuangan pahlawan itu semestinya dijaga. Namun, Indonesia sempat bersedih karena kehilangan salah satu bagiannya yakni Timor Timur. Ke depan bangsa Indonesia harus tetap satu apapun yang terjadi. Jangan sampai lepasnya Tim-tim terulang kembali," ujar Fadel dalam keteragangannya, Kamis (4/3/2021).

Untuk itu, Fadel mengajak seluruh rakyat Indonesia bergandengan tangan menjaga keutuhan bangsa. Jangan lagi mempermasalahkan perbedaan, semua fokus untuk satu tujuan Indonesia sejahtera.

"Makannya Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika mulai sekarang mesti dipelajari, dipahami dan diamalkan. Dengan begitu persatuan Indonesia akan terus terpelihara," ucapnya.

Hadir dalam acara, anggota MPR Rahmijati Jahja, Plt Kades Sukarno Karim, Ketua LSM Bumi Hijau Andi Abdul Hakim dan masyarakat sekitar sebagai peserta.

Lihat juga Video: Jokowi Anugerahkan 6 Gelar Pahlawan Nasional, Siapa Saja?

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)