Kasus Suap Impor Bawang, Vonis 5 Tahun Bui Elviyanto-Mirawati Dikuatkan MA

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 12:33 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menguatkan vonis 5 tahun penjara terhadap Elviyanto dan Mirawati. Keduanya dihukum di kasus suap pengurusan impor bawang putih yang melibatkan mantan anggota DPR dari PDIP I Nyoman Dhamantra.

"Tolak kasasi pemohon kasasi/para terdakwa dengan perbaikan mengenai pidana denda menjadi Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Prof Abdul Latief dan Prof Krisna Harahap. Perkara nomor 349 K/Pid.Sus/2021 diketok pada 23 Februari 2021 dengan panitera pengganti LS Tampubolon.

Sebagaimana diketahui, kasus bermula saat Afung berniat mengajukan permohonan kuota impor bawang dengan kerja sama PT Pertani (Persero). Untuk memuluskan usahanya, Afung menemui Dhamantra. Lalu Dhamantra mempercayakan hal itu kepada Elviyanto dan Mirawati untuk menindaklanjutinya.

Proses itu tidak gratis, sehingga pergerakan mereka didengar KPK. Akhirnya, keempatnya ditangkap dan diproses hukum.

Pada 6 Mei 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menyatakan Elviyanto dan Mirawati telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif pertama penuntut umum. Oleh sebab itu, keduanya dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Atas vonis itu, pengacara kedua terdakwa dan mengajukan banding. Namun PT Jakarta menguatkan putusan PN Jakpus tersebut. Duduk sebagai ketua majelis James Butar-butar dengan anggota Singgih Budi Prakoso, M Lutfi, Rusydi, dan Hening Tyastanto. Atas putusan itu, keduanya tidak terima dan mengajukan kasasi.

Di kasus itu, Dhamantra dihukum 7 tahun penjara. Mantan politikus dari PDIP itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima uang Rp 3,5 miliar dari Direktur PT Cahaya Sakti Argo (CSA) Chandry Suanda alias Afung.

Simak juga video 'Demi Jaga Pasokan, Pemerintah Bebaskan Impor Bawang Putih':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/haf)