Ini Motif Oknum Polisi Tembakkan Pistol ke Udara di Bar Medan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 11:54 WIB
Ratusan senpi Illegal berhasil diamankan Direskrium Polda Metro Jaya, Minggu (15/11/2015). Ratusan senpi dan para tersangka itu diamankan oleh pihak berwajib selama operasi dalam kurun waktu 3 bulan. Terlebih dengan maraknya ancaman dan penembakan pelaku kejahatan di Ibukota yang semakn meresahkan masyarakat. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi pistol (Rachman Haryanto/detikcom)
Medan -

Personel Polres Binjai, Bripka MJ, diperiksa Propam karena diduga menembakkan pistol ke udara di halaman bar di Medan, Sumatera Utara (Sumut). MJ melakukan itu karena marah mobilnya digoyang saat razia protokol kesehatan (prokes).

"Pengakuan dia (MJ) karena tersinggung mobilnya digoyang-goyang saat razia prokes," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis (4/3/2021).

Peristiwa itu terjadi di halaman De Tonga Hotel Rooftop dan Bar, Kota Medan, pada Kamis (25/2) malam. Mulanya MJ berada di lokasi untuk pergi minum.

"Dia polisi Binjai datang ke Medan, minum-minum, rupanya datang Satgas, disuruh bubar. Dia keluar dari lokasi, di luar itu orang ramai di dekat mobil dia, dia marah kenapa orang ramai di dekat mobil dia, dia bilang mobilnya itu digoyang-goyang sama orang yang ada di situ," ucap Nainggolan.

Nainggolan mengatakan MJ saat ini masih diperiksa Propam Polres Binjai. MJ diduga melakukan pelanggaran disiplin atas perbuatannya itu.

"(Pelanggaran) disiplin, kan tidak ada korban. (MJ) ditempatkan di ruang khusus oleh Provos, senjata udah ditarik," jelas Nainggolan.

Sementara itu, pihak De Tonga Hotel Rooftop dan Bar, Medan, menjelaskan detik-detik penembakan itu terjadi. Saat itu Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 datang dan membubarkan sejumlah pengunjung De Tonga Hotel dan Bar. MJ kemudian melakukan pembayaran sebelum pulang, namun uangnya kurang.

"Pada saat Satgas COVID-19 menyuruh keluar, Bripka MJ juga langsung keluar dan temannya melakukan pembayaran. Tetapi, karena uang tidak cukup, maka langsung ke ATM untuk membayarkan. Kasir juga ikut ke bawah untuk menyelesaikan pembayaran itu," kata Manajer De Tonga Hotel dan Bar Hari Sembiring.

Dia mengatakan, setelah peristiwa itu, sempat terjadi keributan di halaman depan De Tonga Hotel dan Bar, tepatnya di area parkir. Hari menyebut MJ marah kepada seseorang terkait mobilnya, lalu terdengar suara tembakan.

"Menurut salah satu karyawan kami, oknum polisi tersebut marah kepada seseorang sambil berteriak 'ini mobilku' dan bersamaan terdengar suara tembakan," ujarnya.

Tim Satgas COVID-19, katanya, langsung mendatangi MJ. Tak lama kemudian, MJ disebut pergi menggunakan kendaraannya.

"Karena saat dilakukan kegiatan razia oleh Satgas COVID-19, seluruh pengunjung sudah diminta keluar dan tidak ada keributan yang terjadi di lokasi kafe," kata kuasa hukum De Tonga Hotel dan Rooftop dan Bar, Asmaiani.

Simak juga 'Oknum Polisi Penembak TNI AD-Warga Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)