Heru Tetap Divonis Seumur Hidup di Kasus Jiwasraya, Pengacara Keberatan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 10:44 WIB
Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka
Heru Hidayat (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menolak permohonan banding bos PT Maxima Integra Investama, Heru Hidayat, sehingga Heru tetap dihukum penjara seumur hidup di kasus korupsi Jiwasraya. Pengacara Heru, Kresna Hutauruk, menyatakan keberatan atas putusan hakim tersebut.

"Tentunya kita sangat keberatan dengan putusan tersebut, apalagi hakim pengadilan tinggi hanya mengambil alih pertimbangan putusan pengadilan negeri tanpa membuat pertimbangan sendiri terhadap memori banding," kata Kresna saat dimintai konfirmasi, Kamis (4/3/2021).

Kresna lalu membandingkan putusan banding terhadap kliennya itu dengan terdakwa lainnya. Dia mengatakan ada perbedaan hukuman dan alasan pembinaan yang tidak diterapkan ke Heru.

"Selain itu, terdapat disparitas dengan hukuman terdakwa lainnya, di mana majelis hakim yang sama dengan Bapak Heru Hidayat menurunkan hukuman terdakwa lain dengan alasan hukuman harus memberikan pembinaan kepada terdakwa sehingga menjadi koreksi bagi pribadi terdakwa. Namun alasan itu tidak diterapkan kepada klien kami," tuturnya.

Kresna mengklaim Heru tidak menikmati uang korupsi senilai Rp 10 triliun dalam kasus ini. Dia menyebut tak ada bukti yang menunjukkan adanya aliran uang yang mengalir ke kliennya.

"Berdasarkan fakta-fakta persidangan, jelas sekali tidak terbukti bahwa klien kami menikmati uang sebesar Rp 10 triliun, karena tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan adanya aliran dana tersebut kepada klien kami," ucapnya.

Sebelumnya, permohonan banding Heru Hidayat ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta. Heru Hidayat tetap dihukum penjara seumur hidup di kasus korupsi Jiwasraya.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 30/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt Pst tanggal 26 Oktober 2020 yang dimintakan banding tersebut," kata ketua majelis Haryono dalam putusan yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Jumat (26/2).

Adapun anggota majelis adalah Sri Andhini, M Luthfi, Reny Malik, dan Lafat Akbar. Putusan itu diketok pada 24 Februari 2021.

"Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," ujar majelis.

Di tingkat PN Jakpus, Heru Hidayat, divonis penjara seumur hidup. Heru dinyatakan bersalah melakukan korupsi dan memperkaya diri bekerja sama dengan tiga mantan pejabat Jiwasraya senilai Rp 16 triliun.

Heru juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp 10.728.783.375. Jika Heru tidak membayar, asetnya akan disita hingga cukup membayar uang pengganti.

Sementara itu, untuk vonis eks Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo, diubah menjadi 20 tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Meski demikian, Hary tetap dinyatakan bersalah dengan kawan-kawannya karena korupsi dana Jiwasraya.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan mengubah lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa," kata ketua majelis Haryono dalam putusan yang dilansir di website PT DKI Jakarta, Kamis (24/2).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar. Jika denda tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan," sambung majelis yang beranggotakan Sri Andini dengan anggota M Lutfi, Reni Helida, dan Lafat Akbar itu.

Simak juga 'Benny Tjokro-Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/haf)