Round-Up

Asimilasi Menanti Ibu yang Terjerat UU ITE dan Bawa Bayi ke Bui

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 06:45 WIB
Ilustrasi Penjara
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Banda Aceh -

Seorang perempuan di Aceh Utara, Isma Khaira, dipenjara sambil membawa bayinya usai dinyatakan bersalah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kini, asimilasi sedang menanti ibu tersebut.

Kasus yang menjerat Isma ini berawal saat dirinya dilapor ke polisi oleh kepala desa di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Bahktiar. Kades tersebut tidak terima Isma menggunggah video di media sosial dengan keterangan yang dianggapnya menyudutkan dirinya.

Dilihat dari situs Pengadilan Negeri Lhoksukon, Rabu (3/3/2021), rekaman video itu diambil pada Kamis (2/4/2020). Saat itu, Bahktiar bersama perangkat desa mendatangi rumah Isma untuk menyelesaikan masalah sengketa tanah.

Setelah tiba di rumah Isma, Bahktiar disebut mendapat makian dari suami Isma serta dipukul oleh Ibu Isma. Bahktiar disebut tidak melakukan perlawanan dan memilih pergi dari lokasi.

Nah, insiden tersebut direkam adik Isma. Video itu kemudian diunggah di grup keluarga. Setelah itu, Isma disebut mengambil video yang dikirim adiknya dan mengunggahnya ke media sosial.

Isma disebut menulis keterangan video 'liat tngkah lku ghik lhpk han getem selesai msalah nak poh ureung2 ineng (Lihat tingkah laku kepala desa tidak mau selesaikan masalah malah memukul perempuan)'.

Bahktiar disebut mengetahui video itu saat berada di kantor polisi untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya. Bahktiar pun tidak terima karena merasa difitnah terkait posting-an Isma. Dia membuat laporan ke polisi dan kasus itu diproses.

Kasus itu dilimpahkan ke PN Lhoksukon dengan nomor perkara 277/Pid.Sus/2020/PN Lsk pada Senin (9/11/2020). Persidangan berjalan hingga jaksa menuntut Isma dihukum 5 bulan penjara.

Jaksa menilai Isma bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana dalam dakwaan melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Tuntutan itu dibacakan pada 2 Februari 2021.

Simak juga 'Instruksi Kapolri soal UU ITE: Tersangka Minta Maaf Tak Ditahan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2