Cerita Saksi soal Penyuap Kasus Bansos Corona Traktir Pejabat Kemensos

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 00:14 WIB
Penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Harry Van Sidabukke, jalani sidang dakwaan hari ini. Sidang digelar secara virtual guna cegah virus Corona.
Penyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Harry Van Sidabukke, jalani sidang dakwaan hari ini. Sidang digelar secara virtual guna cegah virus Corona. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Saksi bernama Robbin Saputra mengaku dirinya mengenal terdakwa penyuap mantan Mensos Juliari Peter Batubara dkk, Harry Van Sidabukke. Robbin mengungkapkan Harry juga akrab dengan pejabat dan staf di Kementerian Sosial (Kemensos).

Awalnya jaksa KPK mengonfirmasi ke Robbin apakah dia pernah berkomunikasi dengan Harry. Robbin yang menjabat sebagai Staf Subbag Tata Laksana Keuangan Bag Keuangan Sesdirjen Linjamsos Kemensos mengaku itu dan mengatakan Harry kerap mentraktirnya bersama staf hingga pejabat Kemensos lain.

"Apa Saudara pernah terima hadiah atau imbalan dari Harry Sidabukke?" tanya jaksa KPK.

"Tidak pak," jawab Robbin.

"Tapi pernah ditraktir jajan, minum, nyanyi-nyanyi sama Harry?" tanya jaksa lagi.

Robbin mengaku itu. Bahkan, dia mengatakan Harry sering mentraktirnya.

"Pernah. Mungkin di atas 4 kali," kata Robbin.

Robbin menjelaskan tidak hanya dirinya yang ditraktir oleh Harry. Tapi PPK di Kemensos dan tim teknis juga ikut.

"Tim teknis. (Selain tim teknis ada PPK) iya pak," tutur Robbin.

"Saudara diajak ke tempat karaoke, yang ngajak PPK atau Harry Sidabukke?" kata jaksa.

"Kadang Pak Harry langsung, kadang PPK," ucapnya.

Selain itu, Robbin juga mengaku pernah mendapat uang Rp 86 juta dari PPK Bansos Corona, Matheus Joko Santoso yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini. Robbin menyebut uang itu sebagai uang lelah, namun dia tidak menjelaskan apa itu uang lelah.

"Iya pak (dapat Rp 86 juta), uang lelah," katanya.

Selain Robbin, Kasubagpeg Sesdirjen Linjamsos Kemensos, Rizki Maulana juga mengaku pernah menerima uang senilai Rp 85 juta dari Matheus. Selain Rp 85 juta dia juga menerima Rp 28,8 juta.

Dalam sidang ini yang duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa memberi suap ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk.

Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar.

Keduanya memberi uang suap agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari setiap mereka mendapatkan proyek itu.

Simak juga 'Komisaris PT RPI Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Bansos Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/eva)