Kejagung Sita 854 Bidang Tanah Milik Tersangka Skandal Asabri Benny Tjokro

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 23:25 WIB
Tersangka kasus korupsi, Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro keluar gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2020) usai menjalani pemeriksaan tim Kejaksaan Agung. Benny yang merupakan tahanan Kejaksaan Agung menjalani pemeriksaan di KPK untuk kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.
Benny Tjokro mengenakan rompi tahanan Kejagung. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita 854 bidang tanah milik tersangka kasus Asabri, Benny Tjokrosaputro. Kejagung menduga 854 bidang tanah milik Benny Tjokro itu berkaitan dengan skandal Asabri.

"155 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan akta jual beli), dengan luas total 343.461 m2. 566 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (berdasarkan Surat Pelepasan/Pengakuan Hak) dengan luas seluruhnya 1.929.502 m2," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan pers tertulis, Rabu (3/3/2021).

Masih di Lebak, Banten, Leonard mengatakan penyidik juga turut menyita 131 bidang tanah seluas 1.838.639 m2 milik Benny dengan atas nama PT Harvest Time. Selain itu, ada 2 bidang tanah di Batam yang turut disita.

"131 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan) atas nama PT Harvest Time dengan luas total 1.838.639 m2. Dua bidang tanah yang terletak di Kota Batam (sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan) atas nama PT Mulia Manunggal Karsa, luas total 200 ribu m2," katanya.

Sebelumnya, Kejagung menyita 18 unit kamar di Apartemen South Hill milik Benny Tjokro. Kejagung menyebut pembangunan apartemen itu ada kerja sama dengan Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Properti, Tan Kian.

"Itu yang South Hill tambahan ada kita geledah lagi kita sita 18 lagi, 18 unit tambahannya. Ya (kerja sama) sama Tan Kian. Kita perdalam kerja samanya, itu kan tanah Bentjok, yang bangun Tan Kian," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, kepada wartawan di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/2).

Penyidik, kata Febrie, akan menyelisik apakah itu merupakan murni kerja sama atau upaya Benny Tjokro untuk melakukan tindak pidana pencucian uang.

"Kita perdalam kerja samanya, itu kan tanah Bentjok, yang bangun Tan Kian. Ya makanya sekarang kita perdalam, apakah kerja sama itu murni bisnis ya, atau dalam rangka cuci uang Benny Tjokro, itu kita perdalam, sebatas mana alat buktinya. Kita tidak bisa menentukan orang tanpa alat bukti, kasihan juga tanpa alat bukti dia kerja sama benar, tiba-tiba kita tetapkan tersangka," tuturnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2