Dirjen Kemensos Akui Pertemuan dengan Pengusaha Penyuap Juliari Batubara

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 23:12 WIB
Mensos Juliari P. Batubara
Juliari P Batubara saat menjabat Menteri Sosial. (Dok. Kemensos)

Lebih lanjut, Pepen juga mengaku pernah bertemu lagi dengan Lia dan Budi. Pertemuan kedua juga di kawasan Jakarta Selatan.

"Pertemuan kedua beliau sampaikan ada masalah. Masalahnya sudah disalurkan tapi nggak dibayar, dan ini laporan yang menurut saya sebagai dirjen, ini menarik, kemudian kita konfirmasi ini telat nggak. Ternyata saya cek ada 9 perusahaan yang terlambat, kemudian saya buat dispensasi ke KPPN," jelasnya.

Jaksa lantas mencecar Pepen terkait alasan kenapa dirinya hanya bertemu dengan Nuzulia dan Budi sebagai vendor bansos PT Tigapilar Agro Utama. Padahal ada 9 perusahaan vendor yang juga ada kendala telat pembayaran itu.

"Kenapa nggak semuanya dipanggil kalau 9 perusahaan telat?" cecar jaksa KPK.

"Ya kalau kamu jawab emang ada persoalan itu, yang lain saya nggak tahu, saya belum ada laporan, kebetulan karena dia yang lapor," jawab Pepen.

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa memberi suap ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk.

Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar.

Keduanya memberi uang suap agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari setiap mereka mendapatkan proyek itu.

Halaman

(zap/aud)