Kejagung Sita 23 Ribu Ha Lahan Tambang Milik Tersangka Asabri Heru Hidayat

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 22:35 WIB
Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka
Foto: Tersangka kasus korupsi Asabri, Heru Hidayat (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita 23 ribu hektare (ha) lahan tambang nikel milik Presiden PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat. Tambang milik tersangka Asabri itu terdiri dari beberapa nama perusahaan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menerangkan ada 3.000 hektare lahan tambang nikel atas nama PT Tiga Samudra Perkasa. Selain itu, ada 10.000 hektare lahan tambang nikel atas nama PT Mahkota Nikel Indonesia dan 10.000 hektare lahan tambang nikel milik PT Tiga Samudra Nikel.

"Lahan tambang nikel atas nama PT Tiga Samudra Perkasa seluas 3.000 Hektare, lahan tambang nikel atas nama PT Mahkota Nikel Indonesia seluas 10.000 Hektare, lahan tambang nikel atas nama PT Tiga Samudra Nikel seluas 10.000 Hektare," kata Leonard dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu, (3/3/2021).

Leonard menyebut semua aset sitaan tersebut akan dilakukan penaksiran di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hal itu dilakukan sebagai upaya penyelamatan keuangan negara akibat kasus perusahaan pelat merah itu.

"Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya," tuturnya.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Febrie Adriasnyah juga pernah menyebutkan tiga tambang nikel yang disita milik Heru itu tersebar di Sulawesi, Sukabumi, dan Kalimantan.

"Sulawesi sudah kita sita ya, tambang nikel, punya Heru Hidayat, Sukabumi proses, Kalimantan Tengah masih proses itu," lanjutnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2