KLHK Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung di Lampung, Ada yang Dilindungi

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 19:20 WIB
Penangkapan penyelundupan ribuang ekor burung di Lampung (dok. Gakkum KLHK)
Penangkapan penyelundupan ribuang ekor burung di Lampung (dok. Gakkum KLHK)
Bandar Lampung -

Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera, polisi, dan Karantina Pertanian menggagalkan penyeludupan 1.090 ekor burung di Lampung. Sebanyak 145 ekor di antaranya jenis burung dilindungi.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Eduward Hutapea mengatakan penangkapan berawal dari laporan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni. Petugas kemudian melakukan penyelidikan.

"Penangkapan berawal dari informasi yang kami terima dari KSKP Bakauheni. Ada pengangkutan satwa liar ilegal," ujar Eduward, Rabu (3/3/2021).

Tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera berkoordinasi dengan BKSDA Bengkulu SKW III Lampung dan Polda Lampung. Selanjutnya petugas menangkap pelaku, yang diamankan oleh KSKP Bakauheni.

Ada dua orang diamankan, yakni YF selaku pemilik burung dan AS sebagai pengemudi mobil. Ribuan ekor burung itu dimasukkan dalam keranjang dan kardus yang dibawa di dalam mobil.

"Barang bukti yang diamankan 1.090 ekor burung dari berbagai jenis dalam keadaan hidup. Burung dikemas dalam 35 keranjang plastik dan 39 kardus," katanya.

Setelah diidentifikasi, ada 145 ekor burung yang dilindungi undang-undang. Jenisnya mulai burung takur api, serindit Melayu, betet biasa, madu sepah raja, cica daun, hingga burung poksai Sumatera.

"Untuk yang dilindungi ada 13 jenis burung dan yang tidak dilindungi ada 26 jenis. Itu semua didapat dari hutan di Sumatera dan mau dibawa ke Jakarta," katanya.

Atas perbuatannya, YF dan AS diserahkan kepada PPNS Gakkum di Pos Gakkum Lampung untuk proses lebih lanjut. Keduanya dijerat pasal berlapis tentang KSDAE dan Karantina Hewan untuk memberikan efek jera.

"Penerapan pidana berlapis ini untuk meningkatkan efek jera. Pelaku kejahatan terhadap satwa liar harus dihukum seberat-beratnya. Lingkungan hidup dan hutan termasuk satwa liar sebagai kekayaan bangsa Indonesia harus dilindungi," tegas Eduward.

(ras/haf)