Tangkap Ikan Pakai Bom Botol Bir, 6 Nelayan Pulau Buaya NTT Ditangkap

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 17:51 WIB
Ditpolair Polda NTT menindak enam orang nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak jenis bom botol bir (dok Polda NTT)
Ditpolair Polda NTT menindak enam orang nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak jenis bom botol bir. (dok. Polda NTT)
Jakarta -

Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menindak enam nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak. Mereka menangkap ikan menggunakan bom botol bir.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan enam nelayan itu terdiri atas seorang nakhoda dan lima anak buah kapal (ABK). Nakhoda tersebut berinisial SK, sementara lima ABK berinisial SI, AH, MA, MF, dan HK.

"Menerima laporan dari masyarakat pesisir Sagu bahwa ada kapal nelayan dari Pulau Buaya Kabupaten Alor yang sedang lego jangkar di perairan Sagu yang diduga membawa hasil tangkapan ikan menggunakan bahan peledak," kata Kombes Krisna dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021).

Anggota Ditpolair Polda NTT bersama tim patroli terpadu Kabupaten Flores Timur lalu mendatangi lokasi yang dilaporkan. Di sana ditemukan kapal yang sedang lego jangkar di perairan Sagu.

Bom botol bir yang dipakai 6 nelayan di Flores Timur ditunjukkan kepada polisi (dok Polda NTT)Bom botol bir yang dipakai 6 nelayan di Flores Timur ditunjukkan kepada polisi (dok Polda NTT)

Tim lalu naik kapal tersebut, namun ternyata nakhoda tak ada di kapal. Tim pun meminta kepada ABK menghubungi nakhoda.

"Nakhoda datang dan menemui tim di kapal," ujarnya.

Kemudian tim gabungan meminta nakhoda memeriksa barang yang berada di kapal. Akhirnya ditemukan sejumlah barang seperti 1 buah bom botol bir aktif, 9 ekor ikan, 1 kompresor, 4 boks fiber, 1 set selang kompresor, 2 dayung, 4 kacamata selam, 4 sarung tangan, 1 jaring pengangkut buah, dan 1 panah.

ABK berinisial HK sebenarnya menumpang di kapal dari Baranusa untuk hajatan di Desa Sagu. Nakhoda dan lima ABK lalu bersama tim gabungan bergeser ke PPI Larantuka.

"Selanjutnya nakhoda beserta ABK dikawal ke Markas Patroli Unit Flotim dan diserahkan ke penyidik Ditpolairud Polda NTT untuk diproses sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

(jbr/idh)