Polisi Klarifikasi Pria Parkour di Flyover Kemayoran, Lalu Beri Teguran

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 17:44 WIB
Screenhot video dan foto-foto diambil dari IG marhaenis_fansa. Pria bernama Fansa itu sudah memberikan izin untuk diambil screenshot video saat beraksi
Aksi Marhaenis Fansa setelah lompat dari ketinggian flyover Kebayoran. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Marhaenis Fansa dimintai klarifikasi oleh polisi setelah aksi parkour dari atas flyover Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Polisi pun kemudian memberinya teguran.

Kanit Reskrim Polsek Pademangan AKP Yamin mengatakan pihaknya mendatangi rumah pelaku pada Kamis (25/2/2021) malam. Kedatangan petugas itu bertujuan meminta klarifikasi terkait aksi parkour yang viral di medsos.

"Iya sudah kita amankan Kamis malam kemarin ya di rumahnya kita cek. Sebenarnya bahasanya kita klarifikasi aja ya kegiatannya apa," kata Yamin saat dihubungi detikcom, Rabu (3/3).

Aksi Fansa ini memang pro-kontra. Yamin mengatakan, pihaknya meminta klarifikasi Fansa karena tindakannya membahayakan pengguna jalan.

"Karena kita di budaya timur, ini kan sebenarnya itu dari Barat ya. Apalagi dia gunakan fasilitas umum di jalan raya, membahayakan dia dan pengemudi lain," terang Yamin.

Polisi kemudian memberikan teguran kepada Fansa. Fansa diminta tidak melakukan parkour di tempat umum.

"Ya dia emang hobi tiap hari ya tempatnya ganti-ganti. Makanya kita edukasi jangan di fasilitas umum, jangan di tempat terbuka," tuturnya.

Aksi parkour itu dilakukan dari atas flyover Kemayoran pada Jumat (19/2) lalu. Dalam rekaman video yang viral, Fansa terlihat mengambil ancang-ancang sebelum berlari melintasi flyover Kemayoran dan terjun ke gedung yang berada tepat di dekat flyover.

Fansa sendiri sudah buka suara soal aksi parkour tersebut. Fansa mengaku sudah berlatih parkour sejak 2016. Ia tertantang untuk melakukan olahraga ekstrem dengan melompat dari ketinggian. Sejak itu, ia berlatih memaksimalkan skill-nya, dari tempat paling rendah hingga tempat yang paling ekstrem.

"Parkour aktif dari 2016. Dari kecil sering main lompat dari tempat tinggi, dari SD saya anaknya pendiam, nggak punya teman, tapi nggak bisa diam. Sering lompat-lompat, tapi parkour yang benernya ada teknik di 2016, itu ada pengajarnya sampai bisa latihan sendiri berproses," jelas Fansa saat dihubungi detikcom, Senin (23/2/2021) malam.

Fansa tidak bermaksud untuk mengajak masyarakat meniru aksinya itu. Tetapi ia mengaku terbuka jika ada masyarakat yang ingin bergabung dengan komunitasnya untuk berlatih kemampuan parkour.

"Kalau kalian mau gitu, coba ikut komunitasnya, latihan dulu. Saya nggak ajak coba itu, (tapi) kalau mau tahu rahasianya latihan dulu. Kalau tempatnya nggak seperti yang saya lakukan, di tempat yang sudah diizinkan dan aman, kita support, kita jaga," tuturnya.

Tonton Video: Olahraga Parkour ala Jakarta

[Gambas:Video 20detik]

(ygs/mei)