4 Arahan Jokowi soal Tangani Bencana, Salah Satunya Tak Boleh Ego Sektoral

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 15:39 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sejumlah arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021. Arahan pertama, Jokowi meminta seluruh jajarannya tak hanya sibuk membuat aturan terkait penanganan bencana.

"Saya ingin menegaskan beberapa hal, pertama, jangan kita disibukkan, jangan sibuk membuat aturan, tapi yang utama adalah pelaksanaan di lapangan. Karena itu yang dilihat oleh masyarakat, dilihat oleh rakyat. Yang utama adalah aspek pengendaliannya dan penegakan standar-standar di lapangan. Misalnya, ini urusan berkaitan dengan gempa, standar bangunan tahan gempa, fasilitas umum dan fasilitas sosial," tutur Jokowi dalam video disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/3/2021).

Jokowi meminta agar diutamakan pelaksanaan penanganan bencana di lapangan. Pelaksanaan itu, kata dia, juga harus dikawal dan diaudit.

"Hal seperti ini harus dikawal dalam pelaksanaannya. Harus diikuti dengan audit ketahanan bangunan agar betul-betul sesuai standar. Sehingga kalau terjadi lagi bencana di lokasi itu, di daerah itu, di provinsi itu, korban yang ada bisa diminimalisir dan segera melakukan koreksi dan penguatan apabila tidak sesuai dengan standar-standar yang ada. Dicek dikoreksi lagi," kata dia.

Arahan kedua, kebijakan untuk mengurangi risiko bencana harus benar-benar terintegrasi. Jokowi menekankan tidak boleh ada ego sektoral dalam penanganan bencana.

"Apa yang dilakukan di hulu, apa yang dilakukan di tengah, apa yang dilakukan di hilir betul-betul dilihat betul. Tidak ada tidak boleh ada ego sektoral, tidak boleh ada ego daerah. semuanya terintegrasi, benar-benar terintegrasi. Semuanya saling mengisi, semuanya saling menutup. Tidak boleh ada yang merasa kalau ini bukan tugasnya, bukan tugas saya, bukan urusan saya. Hati-hati ini bencana. Berbeda dengan hal-hal yang normal," papar Jokowi.

Ketiga, Jokowi meminta adanya manajemen tanggap darurat. Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, lanjutnya, harus dilakukan dengan cepat. Selain itu, Jokowi meminta sistem peringatan dini harus selalu berfungsi dengan baik.

"Ini penting sekali pascabencana. Harus terus diperbaiki. Karena kecepatan itu yang dilihat oleh rakyat, kecepatan yang dilihat oleh masyarakat mengenai rehabilitasi dan rekonstruksi. Jangan sudah lebih dari satu tahun belum nongol apa yang sudah kita sampaikan, apa yang sudah kita janjikan," tuturnya.

"Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik, dicek terus. Bekerja dengan cepat dan bisa bekerja dengan akurat. Dan kecepatan respons yang harus terus ditingkatkan. Semua rencana kontingensi dan rencana operasi saat tanggap darurat harus dapat diimplementasikan dengan cepat dan sekali lagi kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sekali lagi kecepatan adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sangat penting sekali," sambung Jokowi.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.