Duduk Perkara Ibu di Aceh Dihukum Terkait ITE-Bawa Bayi 6 Bulan ke Bui

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 14:38 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara (Andi Saputra/detikcom)

Senin, 8 Februari 2021
Majelis hakim menyatakan Isma Khaira terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana 'dengan sengaja mentransmisikan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik' sebagaimana dalam dakwaan tunggal penuntut umum.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Duduk sebagai hakim, T Latiful sebagai hakim ketua dan Junita serta Annisa Sitawati masing-masing sebagai hakim anggota.

Sebelumnya, Isma membawa bayinya berusia 6 bulan ke penjara. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh Heni Yuwono menyebut Isma menjalani hukuman setelah adanya putusan dari PN Lhoksukon.

"Ibu itu dieksekusi Jaksa ke LP Lhoksukon sejak Jumat (19/2)," kata Heni kepada wartawan, Rabu (3/3).

Heni mengatakan Isma membawa bayinya ke penjara karena masih membutuhkan air susu ibu (ASI). Menurut Heni, bayi tersebut tidak ditahan tapi dibawa orang tuanya ke penjara.

"Seharusnya (bayi itu) di luar tapi karena memang kepentingan anak bayi masih memerlukan ASI kita bisa menerima bayi tersebut berada satu ruang dengan ibunya," jelas Heni.

Isma disebut bakal mendapat asimilasi. Hal itu diperoleh Isma karena masa hukumannya di bawah 6 bulan.

Halaman

(agse/haf)