Ribuan Prajurit di Mabes TNI Divaksinasi COVID-19, Begini Suasananya

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 11:51 WIB
9.396 Prajurit Mabes TNI Disuntik Vaksin COVID-19
Prajurit di Mabes TNI Divaksin (Foto: Sachril/detikcom)
Jakarta -

Program vaksinasi di Indonesia tahap dua terus berlanjut. Kini ribuan prajurit Mabes TNI yang mulai divaksinasi COVID-19.

Pantauan detikcom, sejumlah personel TNI melakukan vaksinasi COVID-19 di gedung Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/3/2021), dari sekitar pukul 08.00 WIB tadi. Sebelum divaksin, mereka antre di luar gedung untuk melakukan registrasi.

Usai melakukan tahapan registrasi, para personel TNI ini dipanggil dengan pengeras suara untuk discreening. Tensi darah para prajurit TNI dicek oleh tenaga kesehatan (nakes).

9.396 Prajurit Mabes TNI Disuntik Vaksin COVID-19Prajurit Mabes TNI Disuntik Vaksin COVID-19 Foto: Sachril/detikcom

Setelah discreening, aparat TNI ini disuntikkan vaksin COVID-19. Setelah divaksin, mereka harus menjalani observasi untuk mengetahui apakah ada gejala dari penyuntikan vaksin ini.

"Dan kita bersyukur bahwa yang kita rencanakan dari Mabes TNI, jadi UO (unit organisasi) Mabes TNI (yang divaksin) sejumlah 9.396 prajurit," kata Kapuskes TNI Mayjen Tugas Ratmono.

Tugas menjelaskan hari ini adalah hari ketiga pelaksanaan vaksinasi di Mabes TNI. Dia menerangkan mereka yang disuntikkan vaksin adalah petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Untuk saat ini (yang divaksin) adalah untuk para prajurit, yang tentunya ini petugas langsung yang berhadapan dengan publik atau termasuk untuk pendisiplinan masyarakat, 3M dan juga untuk membantu untuk tracer dan lain sebagainya," lanjutnya.

Konpers Kapuskes TNI Mayjen Tugas RatmonoKonpers Kapuskes TNI Mayjen Tugas Ratmono Foto: Sachril/detikcom

Dia pun mengatakan vaksinasi ke prajurit TNI ini adalah tahap kedua pemberian vaksin usai sebelumnya disuntikkan ke para nakes. Ditargetkan, kata dia, penyuntikan vaksin COVID-19 ke personel Mabes TNI selesai dalam 4 hari ke depan.

"Pagi hari ini di Mabes TNI tepatnya di GOR Ahmad Yani kita laksanakan vaksinasi secara massal. Dan ini sudah hari ketiga. Jadi kita harapkan hari ini bisa 1.500 (prajurit disuntik), tapi tadi sasaran ditetapkan 1.200. Tapi kita nanti kalau kecukupan waktu tentunya 1.500 bisa laksanakan. Nah hari ini sampai 4 hari ke depan kita akan selesaikan untuk prioritas tahap 2 ini, (yakni ke) 9.396 orang atau prajurit," tandas dia.

TNI Kerahkan Ribuan Vaksinator

TNI menyiapkan 10 ribu vaksinator untuk membantu pemerintah dalam program vaksinasi.

"Dan kita TNI, kita sudah menyiapkan vaksinator karena ini sangat penting untuk bisa melaksanakan vaksinasi yang tersertifikasi, saat ini kita siapkan akan mencapai 10 ribu vaksinator. Dan tanggal 2-4 Maret ini, ini maka genap 10 ribu vaksinator di jajaran TNI baik itu di angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara," ujar Tugas.

Tugas mengatakan vaksinator dari TNI ini dilakukan untuk mendukung percepatan vaksinasi yang sedang dilakukan pemerintah. Hal ini, lanjutnya, adalah salah satu upaya untuk mencegah penularan COVID-19.

"Dan ini vaksinator ini betul-betul akan kita akan gerakan untuk melaksanakan percepatan vaksinasi yang sudah diprogramkan oleh pemerintah, dalam hal ini diprogramkan dalam kebijakan Kementerian Kesehatan bahwa ini sangat membantu untuk mendukung percepatan vaksinasi secara nasional. Karena diharapkan nanti atau mulai sekarang ini, 1 juta orang itu akan tervaksin. Sehingga percepatan ini akan diharapkan 1 tahun sudah selesai untuk vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi sasaran vaksinasi," jelasnya.

Dia melanjutkan para babinsa, babinpotmar, dan babinpotdirga dilatih untuk menjadi tim tracer. Namun, Tugas belum merinci akan ada berapa tracer dari kalangan TNI. Dia hanya mengatakan para babinsa, babinpotmar, dan babinpotdirga ini akan membantu program PPKM skala mikro yang sedang dicanangkan pemerintah.

"Kemudian mereka yang sudah dilatih tracer, (yakni) babinsa, kemudian untuk Babinpotmar, Babinpotdirga, kita sudah mulai, di masyarakat sudah mulai bekerja mereka karena melekat langsung di dalam proses program PPKM skala mikro. Ini sangat penting dalam proses itu karena itu akan membantu pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, mereka yang sudah dilatih tracer, sudah di-TOT (training of trainers) kemudian dilatih baik itu langsung maupun virtual, sudah ditetapkan dan punya sertifikasi sebagai tracer," jelasnya.

Lanjutnya, Tugas menerangkan akan ada 125 ribu prajurit TNI yang akan divaksin COVID-19. Dia berharap agar pelaksanaan vaksinasi ke para personel TNI bisa cepat selesai dilakukan.

"Dan ini termasuk kebijakan vaksinasi yang tahap 2 dari Kementerian Kesehatan setelah vaksinasi tahap pertama adalah prioritas untuk nakes. Saat ini adalah prioritas tahap 2 untuk petugas publik. Dan kita sangat bersyukur sudah didukung vaksinasi oleh Kementerian Kesehatan dan tahap 2 ini adalah untuk TNI, sejumlah 125 ribu dosis vaksin untuk 125 ribu prajurit," imbuh Tugas.

"Dan kalau kita lihat data yang sudah masuk di posko vaksinasi COVID-19 di Puskes TNI ini, kita mendapatkan, khususnya yang sudah prioritas pertama pada nakes itu kita hanya dapatkan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) ringan. Baik itu rasa pusing sedikit, pegel, dan sebagainya, KIPI ringan, itu hanya 0,2 persen," tandas dia.

Simak video '1.000 Prajurit TNI Bali Jalani Vaksinasi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(sab/knv)