Kepala BNPT Sebut Aktivitas Daring Buka Potensi Terpapar Radikalisme

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 11:10 WIB
Boy Rafli Amar
Foto: BNPT
Jakarta -

Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) yang dibentuk Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT) sejak 2012 memiliki peran sentral dalam pencegahan paham radikalisme di daerah. FKPT menggunakan pendekatan kearifan lokal di masing-masing daerah dalam menyekat penyebaran ideologi radikal.

Dalam pembukaan Rakernas FKPT, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan ilai-nilai yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia bisa menjadi pemicu lahirnya paham radikalisme di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan. Ia pun berharap agar pengurus FKPT dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan paham radikalisme yang mengarah kepada terorisme kepada masyarakat setempat.

Boy menyarankan FKPT melibatkan tokoh masyarakat setempat dalam kepengurusan maupun pada saat melakukan sosialisasi. Tokoh yang dimaksud bisa dari unsur pemerintah, tokoh agama, pendidikan, dan tokoh-tokoh lainnya.

"Kita semua adalah pejuang antiradikalisme intoleran, inilah tugas kemanusiaan yang diwarisi oleh para leluhur kita, menjadi tugas kita untuk menjaga kesatuan dan persatuan nilai-nilai luhur bangsa. Tentunya untuk tugas FKPT masing-masing provinsi agar melaksanakan program-program yang telah tersusun dan mengidentifikasi permasalahan dengan baik meski di tengah keterbatasan dan kendala akibat pandemi COVID-19," ungkap Boy Rafli.

Boy turut mengingatkan kepada pengurus FKPT terkait maraknya paham radikalisasi melalui ruang digital di masa pandemi saat ini. Ia menerangkan di saat masyarakat banyak beraktivitas lewat daring, potensi terpapar propaganda radikal terorisme kian besar. Menurut Boy propaganda radikal tersebut dapat dikalahkan dengan mengisi dunia maya dengan konten-konten positif, yang sarat akan nilai toleransi dan perdamaian.

Sementara itu, pada Rakernas FKPT Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Moch. Chairil Anwar menyampaikan laporan kinerja FKPT Tahun 2020. Ia menyebut dalam menjalankan tugasnya, FKPT bertujuan untuk meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap ancaman penyebaran ideologi radikal terorisme. Selain itu FKPT bertugas untuk menggugah kesadaran masyarakat melawan ancaman terorisme di daerah secara berkelanjutan, terukur, dan sesuai dengan kearifan lokal.

"Perlu saya sampaikan bahwa FKPT dalam keterlibatannya mencegah paham radikal terorisme di daerah sangatlah penting, memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme tidaklah hanya menjadi tugas BNPT sendiri namun tetap harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat," ungkap Chairil.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya juga meminta agar seluruh pengurus dapat mengembangkan kearifan lokal budaya di daerah masing-masing yang lebih majemuk sebagai kekuatan untuk menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme," imbuhnya.

Sebagai informasi, Rakernas FKPT ke-VIII tahun 2021 dihadiri 192 peserta. Acara dilakukan dengan membagi peserta yang hadir online dan offline.

Simak video 'Data BNPT: Perempuan Lebih Berpotensi Terpapar Radikalisme':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)