Oknum Lurah di Bekasi Diduga Terlibat Pelecehan ke Pedagang Warung

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 17:59 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Pedagang warung di lingkungan kantor Kelurahan Pekayon Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami aksi pelecehan seksual. Aksi pelecehan seksual itu disebut-sebut dilakukan oleh seorang lurah.

Aksi pelecehan seksual itu dilaporkan oleh korban ER (24) ke Polres Metro Bekasi Kota. Laporan korban teregister dengan nomor LP/2784/K/XII/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota.

"Betul, kita tangani," ujar Wakapolres Metro Bekasi AKBP Alfian Nurrizal kepada detikcom, Selasa (2/3/2021). Alfian membenarkan ketika ditanya terkait adanya laporan pelecehan seksual yang melibatkan seorang lurah terhadap pedagang warung.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Total ada tujuh saksi yang diperiksa, yakni suami korban dan enam staf kelurahan.

"Ada enam orang (staf lurah) yang sudah dimintai keterangan, staf lurah mengetahui bahwa korban masuk (ke ruangan lurah) mengantarkan minuman," jelas Alfian.

Salah satu staf kelurahan, Habibi, bahkan berpapasan dengan korban. Saat itu Habibi, yang berada di ruang kerja lurah, hendak keluar, sedangkan korban masuk untuk mengantarkan minuman.

"Saksi tidak ada yang mendengar teriakan (korban)," tutur Alfian.

"Semua melihat, dia (korban) keluar (ruang lurah) baik-baik saja," jelasnya.

Keterangan para saksi berbeda dengan keterangan korban dalam laporan polisi. Korban melaporkan dugaan pelecehan seksual itu terjadi di sebuah kantor kelurahan di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada 8 Desember 2020. Korban saat itu tengah mengantarkan pesanan teh manis ke ruangan staf kelurahan.

Pelaku dan korban berpapasan. Kemudian pelaku menghampiri korban dan pelecehan seksual pun terjadi. Di saat yang sama, pelaku memesan teh manis ke korban.

Korban pun kembali ke dagangannya dan membuatkan teh manis pesanan pelaku. Setelah pesanan jadi, korban mengantarkan teh manis ke ruangan pelaku.

Saat itu, terdapat beberapa staf kelurahan di ruangan kerja pelaku. Namun, begitu melihat korban masuk, staf-staf tersebut langsung pergi meninggalkan ruangan. Sementara itu, di dalam ruangan hanya ada pelaku dan korban.

Korban pun menaruh teh manis di meja pelaku dan pamit untuk keluar ruangan. Tetapi korban tidak bisa keluar karena pintu terkunci. Aksi pelecehan seksual pun kembali terjadi.

Lihat juga Video: Polisi Perekam Mesum di Mobil di Gorontalo Berstatus Desersi

[Gambas:Video 20detik]



(isa/dwia)