TNI Gagalkan Penyelundupan 660 Kg Buah Pinang dari Papua Nugini ke Jayapura

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 17:21 WIB
Sejumlah warga Papua di PLBN Skouw terlihat menjajakan buah favorit yakni pinang. Buah ini digemari warga setempat dan dipercaya berkhasiat menguatkan gigi.
Ilustrasi Buah Pinang (Muhammmad Ridho/detikcom)
Jayapura -

TNI Angkatan Laut (AL) mengamankan 660 kg buah pinang dari sebuah kapal cepat atau speedboat, yang diawaki 2 warga negara asing (WNA) Papua Nugini dan 3 warga negara Indonesia (WNI). Sebanyak 660 kg buah pinang yang dikemas dalam 22 karung karung itu merupakan komoditas perkebunan yang hendak diselundupkan dari Papua Nugini ke Jayapura, Papua.

"Operasi terpadu kita saat ini adalah untuk mengamankan kedaulatan negara Republik Indonesia di Papua. Kita melakukan operasi ini secara bersama-sama untuk menunjukkan bahwa semua instansi yang berada di sini betul-betul bekerja dengan baik dan menjalin komunikasi yang baik," ungkap Danlantamal X, Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, dikutip detikcom dari keterangan Dinas Penerangan (Dispen) Lantamal X pada Selasa (2/3/2021).

Penangkapan ini terjadi pada Minggu (28/2), bermula saat Tim Intelijen Lantamal X menerima informasi dari Danposal Skow terkait pergerakan speedboat dari Papua Nugini menuju wilayah perairan Indonesia. Informasi itu lalu diteruskan ke Komandan Satuan Patroli Lantamal X dan Asops Danlantamal X.

Tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) TNI AL dari Satuan Patroli Lantamal X menggunakan 1 unit sea rider di bawah pimpinan Serka SBA Rein S Huwae, langsung bergerak menuju perairan laut yang berbatasan dengan negara Papua Nugini.

Saat melintas perairan Tanjung Jar, di koordinat GPS 02°36'00"S-140°47'00"T, tim berhasil mengamankan satu speedboat dan melakukan pemeriksaan barang muatan yang dibawa. Dua WN Papua Nugini yang diamankan berinisial S dan PP serta 3 WNI berinisial W, J, dan H. Mereka memasuki perairan Indonesia secara ilegal tanpa dokumen lengkap.

Dalam pengakuan para pelaku, mereka akan menjual buah pinang ke Kota Jayapura. Sementara speedboat milik warga Papua Nugini bernama Karete Nunbery.

Dispen Lantamal X menyebut konsumsi buah pinang adalah tradisi kebudayaan sehari-hari masyarakat asli Papua, sehingga pinang jadi komoditi yang punya nilai jual yang menjanjikan di Papua. Di pasaran lokal, satu karung buah pinang dengan berat sekitar 30 kg dihargai Rp 500-700 ribu.

Sedangkan untuk tingkat pedagang eceran yang biasa berjualan di pinggir jalan, harga 3 buah pinang Rp 5.000.

"Kita sedang melakukan penyekatan jangan sampai ada terjadi pelanggaran yang dapat menimbulkan ancaman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di Papua Ini apa lagi kita akan menghadapi PON 20 2021 Papua, kita harus terbebas dari segala bentuk ancaman," tutur Laksma Yeheskiel.

Setelah menyita 660 kg buah pinang, TNI AL menyerahkan barang bukti kepada Bea Cukai, Kantor Karantina, dan Imigrasi Jayapura.

(aud/tor)