Tepis Marzuki Alie, PD Tegaskan SBY Diminta Jadi Ketum di KLB 2013

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 13:35 WIB
Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Foto: Herzaky Mahendra Putra (Dok: Istimewa)
Jakarta -

Marzuki Alie mengaku pernah dilobi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar tak maju menjadi calon ketua umum (caketum) saat kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat (PD) di Bali 2013 silam. Partai Demokrat menepis pengakuan Marzuki Alie.

"Bapak SBY itu diminta oleh para kader dan pemilik suara Partai Demokrat agar bersedia menjadi Ketua Umum DPP PD pada KLB Bali 2013. Para kader dan pemilik suara meminta Bapak SBY menjadi ketua umum, karena situasi di Partai Demokrat saat itu sedang genting," kata Kepala Bamkostra PD, Herzaky Mahendra Putra, kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Herzaky menyebut saat itu elektabilitas PD turun pada tingkat terendah karena pengurus yang terjerat kasus korupsi. Menurutnya, banyak kader pemilik suara yang berharap pada SBY untuk mengembalikan marwah partai.

"Elektabilitas Partai Demokrat hancur lebur, diprediksi hanya 2-3 persen karena kelakuan korup segelintir pengurus DPP Partai Demokrat yang merusak nama baik partai. Moral kader pun sedang turun ke taraf terendah. Banyak kader dan pemilik suara yang merasa hanya sosok Bapak SBY-lah yang mampu menyelamatkan Partai Demokrat jika berkenan menjadi ketua umum," ujarnya.

Herzaky mengatakan SBY pun sempat menolak karena masih menjadi Presiden RI. Namun, demi menyelamatkan partai, SBY kemudian bersedia menjadi ketum.

"Bapak SBY sebenarnya menolak, karena beliau masih memegang amanah memimpin Indonesia sampai dengan tahun 2014. Karena, bagi beliau loyalitas dan tanggung jawab kepada negara itu di atas loyalitasnya kepada partai. Hanya, atas dasar penyelamatan Partai Demokrat, partai yang beliau gagas dan besarkan bersama para kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia, makanya kemudian beliau bersedia," jelas Herzaky.

Herzaky meminta Marzuki Alie tidak memutarbalikkan sejarah. Dia menegaskan SBY bukan ingin menjadi ketum, tapi diminta oleh para kader.

"Jadi, fakta sejarahnya jangan dibalik-balik. Bapak SBY bukan mau menjadi ketua umum, melainkan diminta untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat oleh para kader dan pemilik suara sah Partai Demokrat di KLB Bali tahun 2013," katanya.

Lebih lanjut, Herzaky meminta agar seluruh mantan kader tidak lagi bawa-bawa nama PD. Herzaky meminta mantan kader itu move on.

"Buat para mantan kader, sebaiknya jangan bawa-bawa lagi nama Partai Demokrat. Memang Partai Demokrat ini seksi banget bagi orang luar, termasuk oknum kekuasaan yang kebelet ingin menjadi Ketum Partai Demokrat. Jadinya, banyak mantan kader yang masih senang merecokin urusan Partai Demokrat," ujarnya.

"Bagi Partai Demokrat, mereka telah menjadi masa lalu. Sebaiknya, mereka pun bisa beranjak dari masa lalu mereka. Jangan gagal move on. Mari sekarang fokus bantu rakyat saja, yang sedang butuh banyak bantuan kita," lanjut Herzaky.

Bagaimana cerita Marzuki Alie yang pernah dilobi SBY? Baca di halaman berikutnya.

Simak video 'Jhoni Allen: SBY Rekayasa Kongres Buat Jadi Calon Tunggal Ketum Demokrat':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2