Round-Up

Akhirnya Jakarta Keluar dari Zona Merah Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 22:02 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)

Kendati zona merah turun drastis, zona oranye atau zona risiko sedang di Indonesia mengalami peningkatan dari data 14 Februari yang berjumlah 359 kabupaten/kota.

Per 21 Februari, ada 389 kabupaten/kota yang masuk ke zona oranye. Seluruh kota administrasi DKI Jakarta salah satunya.

Kemudian, untuk zona kuning atau zona risiko rendah juga ada penurunan, meski hanya 1 kabupaten/kota. Per 21 Februari 2021, ada 95 kabupaten/kota yang masuk ke zona kuning.

Sementara untuk zona hijau atau tidak ada kasus, ada 11 kabupaten/kota yang masuk zona tersebut. Sedangkan zona yang tidak terdampak ada 3.

Untuk diketahui, peta zona risiko daerah ini dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator-indikator yang digunakan adalah:

Indikator Epidemiologi
1) Penurunan jumlah kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
2) Penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
3) Penurunan jumlah meninggal kasus positif & probable pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
4) Penurunan jumlah meninggal kasus suspek pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
5) Penurunan jumlah kasus positif & probable yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
6) Penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar ≥50% dari puncak
7) Persentase kumulatif kasus sembuh dari seluruh kasus positif & probable
8) Laju insidensi kasus positif per 100,000 penduduk
9) Mortality rate kasus positif per 100,000 penduduk
10) Kecepatan laju insidensi per 100,000 penduduk

Indikator Surveilans Kesehatan Masyarakat
1) Jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir
2) Positivity rate rendah (target ≤5% sampel positif dari seluruh orang yang diperiksa)

Indikator Pelayanan Kesehatan
1) Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS
2) Jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung s.d >20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 yang dirawat di RS

Halaman

(mae/rfs)