Polisi Bantu Urus SIM Warga Kampung Tangguh di Jaktim yang Kena Banjir

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 21:02 WIB
Layanan pembuatan SIM rusak dan hilang di permukiman yang banjir
Foto: Layanan pembuatan SIM rusak dan hilang di permukiman yang banjir (dok. Ditlantas Polda Metro Jaya)
Jakarta -

Polisi memperluas manfaat Kampung Tangguh Jaya, yang semula sekadar mengurusi penanggulangan Corona (COVID-19), kini juga mengurus pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi para korban banjir. Seperti halnya di RW 04 Kampung Makassar, Jakarta Timur (Jaktim) yang merupakan salah satu Kampung Tangguh Jaya.

Hingga hari ini, tercatat ada 200 lebih korban banjir di 4 wilayah yang didatangi personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya untuk mengurus SIM-nya yang hilang atau rusak akibat bencana banjir.

"Gimana nih masyarakat kemarin ada yang banjir, surat-surat atau dokumennya hilang hanyut atau rusak karena banjir. Akhirnya sebagai solusinya kami buatlah pelayanan ini. Untuk SIM ini kan kita punya mobil SIM keliling, akhirnya kita putuskan kita lakukan pelayanan mobiling saja, supaya lebih menjangkau sasaran," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Sambodo menjelaskan semula pihaknya mendirikan posko untuk melayani pengurusan SIM yang hilang atau rusak dalam musibah banjir di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat (Jakbar). Namun setelah dievaluasi, pelayanan akan lebih efektif jika dilakukan sistem 'jemput bola' terhadap warga korban banjir.

"Kalau kita hanya buka posko di Satpas, warga kan harus keluar ongkos untuk ke Satpas, harus meluangkan waktu lebih lama juga. Sementara ini kondisi banjir, boro-boro ada waktu bepergian, pasti kan warga lebih memilih menjaga rumah mereka, mengungsi pun tidak mau jauh-jauh dari rumah, yang penting barang-barang aman dulu" ungkap Sambodo.

"Supaya warga yang menjadi korban banjir ini lebih mudah mengurus SIM, ya kami datangi ke tempat tinggal mereka. Kami permudah lah. Satu hari sebelumnya, kami koordinasi dengan RT/RW untuk mengumumkan besok akan ada pelayanan SIM di lingkungan mereka, apa-apa saja persyaratannya supaya dapat disiapkan sehari sebelumnya," sambung Sambodo.

Sambodo lalu memerintahkan Sie SIM Ditlantas Polda Metro Jaya untuk memetakan wilayah-wilayah permukiman yang dilanda banjir. Pelayanan SIM untuk warga terdampak banjir ini dilakukan sejak 26 Februari lalu.

"Yang pertama itu kami ke Rawa Buaya, besoknya kami ke Ciledug, kemarin ke Kampung Makassar. RW 04 Kampung Makassar itu kebetulan wilayah Kampung Tangguh Jaya Cakra binaan kami (Ditlantas Polda Metro Jaya). Hari ini kami ke Kampung Dukuh," jelas Sambodo.

Simak selengkapnya soal pelayanan SIM keliling bagi warga terdampak banjir di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2