Nurdin Abdullah Tersangka Korupsi, Walkot Minta Warga Makassar Tak Mem-bully

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 18:10 WIB
Cawalkot Makassar Danny Pomanto (Hermawan-detikcom)
Danny Pomanto (Hermawan/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Makassar Moh Ramadhan 'Danny' Pomanto menilai kasus yang dihadapi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah merupakan musibah. Danny meminta masyarakat tidak mem-bully.

"Menyikapi persoalan yang menjadi musibah bagi kita semua. Pertama saya berharap jangan mem-bully orang yang kena musibah, karena belum tahu juga kita lolos dari musibah," kata Danny di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (1/3/2021).

Danny memberi dukungan moral agar Nurdin Abdullah yang kini ditahan KPK. Danny berharap Nurdin Abdullah tabah dan sabar menghadapi kasus yang menjeratnya.

"Kedua, kewajiban kita secara moral, baik secara kulturan dan secara agama, kita harus men-support moral beliau agar tetap kuat dan tabah menghadapi ini. Persoalan hukum itu persoalan lain, ini persoalan moral," jelasnya.

Lebih lanjut, Danny mengimbau seluruh jajaran penyelenggara pemerintah daerah setempat untuk mengambil pelajaran dari kasus itu sehingga tidak lagi terjadi kasus yang serupa.

"Ketiga, saya ingin mengimbau kepada seluruh penyelenggaraan negara yang ada di Makassar untuk mengambil pelajaran yang begitu penting dari peristiwa ini," terangnya.

Sebelumnya, Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proyek di Sulsel. KPK dalam kasus ini telah menetapkan 3 tersangka. Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan) dan Edy Rahmat (Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan) sebagai penerima suap dan Agung Sucipto (kontraktor) pemberi suap.

Ketiganya resmi ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak 27 Februari 2021 sampai 18 Maret 2021.

Simak Video: KPK soal Bantahan Nurdin Abdullah: Kami Punya Bukti Kuat Menurut Hukum

[Gambas:Video 20detik]

(eva/eva)