Cerita Bocah Kelas 1 SD Doyan Minum Jamu Pahit Gegara Khasiat Ini

Inkana Putri - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 15:36 WIB
Jamu
Foto: Jihaan Khoirunnisaa
Bantul -

Jamu merupakan salah satu minuman tradisional khas Indonesia yang sering dijadikan obat herbal. Bicara soal jamu, umumnya jamu lebih digemari oleh orang dewasa atau lansia untuk meningkatkan kesehatan.

Meskipun demikian, siapa sangka kalau ternyata jamu juga digemari oleh anak-anak dan remaja di Bantul. Uniknya, beberapa dari mereka bahkan mengaku minum jamu yang rasanya pahit.

Ara (9) misalnya, bocah yang duduk di bangku Sekolah Dasar ini mengaku rutin mengonsumsi jamu dua kali sehari. Ara bercerita dirinya suka minum jamu agar tubuhnya sehat setiap hari.

"Minum jamu biar sehat. Biasanya yang diminum kunir asem, beras kencur, sama jamu pahit. Kalau aku mesti minumnya dua kali sehari biasanya dibikinin ibu, tapi kadang-kadang bikin sendiri dari daun pepaya sama kencur," ujarnya kepada detikcom baru-baru ini.

Selain Ara, Keiko (9) juga rutin minum jamu sejak kelas 1 SD. Bedanya, bocah satu ini lebih gemar jamu yang rasanya manis seperti kunir asem.

"Minum jamu yang (rasanya) manis, kunir asem. Aku minum (jamu) biar sehat. Udah minum dari kelas 1 SD. Sehari minumnya dua kali habis makan," katanya.

Kunir asem atau lebih dikenal dengan kunyit asem memang menjadi salah satu primadona bagi masyarakat di Bantul mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Selain kaya antioksidan, kunyit asem memang sering disebut berkhasiat bagi kesehatan pencernaan hingga pereda nyeri saat haid.

Sementara yang lainnya Tiara (18) menjelaskan hampir setiap hari mengonsumsi jamu untuk meredakan rasa nyeri di perut. Tak hanya itu saja, Tiara juga meyakini jamu dapat membuat tubuhnya menjadi sehat dan bersih.

"Hampir setiap hari apalagi kalau lagi menstruasi bisa setiap hari minum kunir asem biar perutnya nggak sakit, jadi lancar gitu. Soalnya kata orang tua itu minum jamu biar tubuhnya bersih. Jadi kayak tanaman itu harus disirami biar bersih, biar sehat," ungkapnya.

Tradisi minum jamu di Bantul memang masih dilestarikan hingga saat ini. Tak heran sampai sekarang masih banyak penjual jamu yang berjualan keliling Bantul menggunakan sepeda ontel atau motor.

Seperti halnya Murjiwati (50) yang telah berjualan jamu selama 35 tahun lamanya. Wanita yang akrab disapa Mur ini mengatakan dulu dirinya berjualan jamu menggunakan sepeda ontel. Namun seiring banyaknya pelanggan Mur mengganti ontelnya dengan sepeda motor sehingga dapat membawa lebih banyak jamu.

Sama seperti anak-anak saat ini, sejak kecil Mur juga sering diberi jamu oleh neneknya, yang juga merupakan penjual jamu. Mur juga mengatakan tradisi meracik jamu yang kini ia geluti diturunkan dari nenek dan ibunya.

"Waktu dulu si mbah jualan saya udah sering cicipin jamu kalau nggak mau makan atau pusing itu sering diminumin jamu. Saya inget dulu sering di kasih brambang (bawang merah) puyang biar perutnya enak," katanya.

Saat berjualan jamu, Mur menyebut setiap hari dirinya membawa berbagai macam jamu, termasuk jamu untuk anak-anak. Meskipun terbilang cukup banyak, tak sampai sehari dirinya sudah bisa menjual jamunya sampai habis.

"Ibu bawa macem-macem. Ada 12 macem. Mesti habis kalau jualan alhamdulillah laris. Jadi ini nggak banyak seperti hari-hari biasa. Dapat Rp 460 ribu, tapi itu nggak banyak, cuma sepertiga (dari biasanya). Yang beli 80-100 orang, karena ada yang beli pakai botol, nggak pakai batok," ungkapnya.

Meskipun terbilang laris, usaha Mur dalam berjualan jamu bisa dibilang tak selalu manis. Ada masa di mana ia harus kehilangan harta benda hingga akhirnya ia putuskan untuk meminjam modal dari BRI.

"Waktu itu sekitar 2014, ibu mendapatkan modal usaha KUR pertama kali Rp 5 juta untuk modal saya jualan jamu pertama kali karena nggak punya apa-apa karena dulu (habis gempa) nggak punya apa-apa," ungkapnya.

Berkat bantuan KUR dari BRI, Mur kini bisa kembali berjualan jamu. Ia mengatakan bantuan tersebut benar-benar membantu perkembangan bisnis jamu miliknya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.



Simak Video "Jamu Gendong, Racikan Tradisional yang Lestari di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)