Cegah Penularan, Kampung Tangguh di Pondok Aren Swab Door to Door Warga

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Feb 2021 20:22 WIB
Kegiatan swan antigen door to door di rumah warga
Foto: Kegiatan swab antigen door to door di rumah warga (dok. RW 08 Pondok Kacang Barat Tangsel)

Dokter Isio menceritakan tim Kampung Tangguh Jaya dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya lalu berdiskusi dengan pengurus RW 08 Pondok Kacang Barat. Dalam diskusi tersebut ditemukan kesamaan misi melakukan 3T (tracing, testing, treatment) kepada warga.

"Jadi kita membuat Gugus Penanganan COVID mandiri. Jadi tujuan kami yang di RW 08 dan kepolisian itu sejalan dan diwujudkan dalam Kampung Tangguh Jaya. Tujuannya membuat warga sadar, mampu dan mandiri untuk hadapi wabah dengan program 3T dan 5M," ucap dokter Isio.

"Begitu jadi Kampung Tangguh Jaya Graha Bunga RW 08 Pondok Kacang Barat, kita tindak lanjuti, swab on site lalu swab door to door. Sekitar 90 persen warga swab antigen di posko, sisanya yang pekerja dan yang belum sempat ke posko ada 10 persen, kami datangi. Mau nggak mau kan mereka diswab juga. Lalu untuk penyintas, pengurus Kampung Tangguh Jaya memberikan vitamin, OMAI atau obat modern asli Indonesia, kemudian dikasih sembako. Intinya di samping obat-obatan, tim itu beri support mental ke penyintas COVID," terang dokter Isio.

Dokter Isio menuturkan pada 2020 di lingkungannya hanya ada satu laporan warga yang terpapar COVID-19. Namun di awal tahun, jumlah warga yang terpapar COVID-19 melonjak jadi 21 orang. Dan usai dilakukan swab antigen massal oleh Kampung Tangguh Jaya, ditemukan 6 warga positif COVID-19. Sehingga total warga yang positif COVID-19 di RW 08 Pondok Kacang Barat secara kumulatif 28 orang.

"Ada 6 warga yang swab antigen positif. Kemudian ditindaklanjuti langsung oleh polisi untuk tes PCR, hasilnya memang mereka positif. 6 Warga ini lalu isolasi mandiri dengan support Kampung Tangguh Jaya 08 Graha Bunga. Jadi biaya PCR free semua dari bapak-bapak polisi, kemudian untuk tahap treatment pun disokong obat-obatan dan vitamin dari Direktorat Narkoba," tutur dokter Isio.

Kegiatan swan antigen door to door di rumah wargaFoto: Kegiatan swab antigen door to door di rumah warga ( dok. RW 08 Pondok Kacang Barat Tangsel)

"Dan ada yang menarik, polisi membawakan semacam obat disebut jamu atau disebut istilahnya OMAI, Ya semacam empon-empon, istilahnya medisnya saya sebut OMAI, ada juga good water, jadi semacam air katanya membantu pemulihan. Mungkin itu pengalaman mereka (polisi) juga ya, mereka aplikasi ke warga yang menderita (COVID-19). Saat ini 5 dari 6 warga yang terpapar itu di-swan antigen non-reaktif. Tapi untuk menentukan mereka sembuh atau tidak harus ke puskesmas, nanti pihak puskesmas yang menentukan," imbuh dia.

Dokter Isio mengungkapkan dipilihnya RW 08 Pondok Kacang Barat menjadi salah satu Kampung Tangguh Jaya dimaknainya sebagai sebuah berkat. Dia menilai program Kampung Tangguh Jaya yang diinisiasi Kapolda Metro Irjen Fadil Imran ini memiliki kesamaan konsep dengan PPKM Mikro.

"Bagi saya ini blessing (anugerah), program ini terbukti di RW 08 Graha Bunga efektif untuk menanggulangi COVID-19. Impian kami ke depan tentunya lingkungan kami zero COVID. Di Kampung Tangguh Jaya ini warga benar-benar diajarkan mandiri, walaupun pertama pasti dibantu penuh. Seperti dari Polda Metro Jaya memberikan warga pelatihan swab, nakes (tenaga kesehatan)-nya dari mereka, ada juga dari kami karena seperti saya, ada warga lain juga yang kebetulan berlatar belakang medis," ungkap dokter Isio.

"Jadi untuk tes swab antigen 620 warga ini, seluruh alat-alatnya di-support full oleh kepolisian. Mungkin ada sekitar 35 dus alat swab antigen. Terima kasih untuk bapak-bapak baik dari Polda, Polres, Polsek dan puskesmas Pondok Kacang Timur," tandas dokter Isio.

Halaman

(hri/fjp)